Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Jumat, 03 Juni 2016

Banjir di Surabaya 2016 Semakin Meluas dan Parah



surabayaraya: Meski sepanjang tahun selalu dilakukan pelebaran dan pendalaman saluran pematusan, tetapi ketika hujan sangat lebat, Surabaya tetap kebanjiran. Dan bahkan pada 30 Mei 2016 ketika terjadi hujan sangat lebat antara pukul 16.30 hingga saat pukul 20.23, banjir di Surabaya tampak makin parah dan meluas dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Hampir seluruh bagian kota: pusat, barat, timur, selatan, dan utara terendam banjir. Yang terkena banjir meliputi pemukiman, pusat perniagaan, dan fasilitas umum. Bahkan pemukiman mewah di Surabaya Barat dan Timur tak luput dari serangan banjir.

Setidaknya ada dua faktor yang menyebabkan banjir di Surabaya pada 30 Mei 2016. Yang pertama, curah hujan yang memang begitu tinggi. "Hujan di Surabaya per hari atau per 30 Mei pukul 07.00 WIB sampai 31 Mei pukul 07.00 WIB di wilayah Perak adalah 107 m2 per 24 jam, wilayah Juanda adalah 79 m2 per 24 jam," ungkap Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mulyono Rahadi Prabowo pada detikcom, Selasa (31/5/2016)

Sementara BMG membuat kategori hujan: Hujan ringan: 0-20 m2, Hujan sedang: 25-50 m2, Hujan lebat 50-100 m2, Hujan sangat lebat: lebih besar dari 100 m2. Jadi hujan yang menyebabkan banjir terparah di Surabaya pada 30 Mei 2016 itu, termasuk kategori sangat lebat

Yang kedua, salah prediksi. Samsul Hariadi Kepala Bidang Pengendalian Banjir Dinas PU Kota Surabaya mengatakan, Pemkot memprediksi Surabaya sudah memasuki musim kemarau, sehingga sebagian pompa dinaikkan untuk pemeliharaan untuk musim penghujan berikutnya. Ini menyebabkan berkurangnya pompa di beberapa kawasan sehingga genangan air tak bisa cepat dipompa. Apalagi beberapa pompa juga masih dalam pemeliharaan.

Yang ketiga, karena semakin berkurangnya lahan terbuka hijau. Winanda Rheza, 26 tahun, mengatakan, banjir yang menggenangi perumahannya adalah yang terparah sejak dia tinggal di kawasan Surabaya Barat itu. Biasanya jika hujan yang terjadi hanya genangan air biasa dengan tinggi sekitar sepuluh sentimeter.

Reda menduga keberadaan perumahan-perumahan elite menjadi penyebab parahnya banjir semalam. Dia menjelaskan bahwa dahulu di sekitar perumahan Citraland ada sebuah danau yang digunakan untuk menampung air hujan. "Entah danau itu masih ada atau tidak tapi yang jelas semalam air hujan turun dari kawasan Citraland yang tanahnya lebih tinggi ke area yang lebih rendah itu deras sekali," ujarnya.

Banjir parah di Kota Surabaya kali ini memang parah, ini berdasar dari pantauan elevasi (ketinggian level air) di rumah pompa pada 30 Mei 2016 malam mencapai ketinggian 210 yang termasuk kategori luar biasa.

Pusat Kota
Banjir antara lain terjadi di Jalan Airlangga, depan kampus B Universitas Airlangga, yang digenangi air setinggi 40 sentimeter. Jalan Dharmawangsa tergenang dengan tinggi sekitar 35 sentimeter.

Banjir juga melanda Jl. Kartini, Kertajaya, Klampis, Samping Carrefour Ngagel, kawasan Jalan Panglima Sudirman, Jl. Ciliwung, Jl. Mayjen Sungkono, Tegalsari, Patung Joko Dolog belakang Taman Apsari, Ngagel Tirto, Pucang Adi dan lainnya. "Hujan kali ini sangat deras. Baru kali ini saya lewat Pucang, banjir sedengkul. Motor saya sampai mogok," ujar salah satu warga di sana, Zakiyah.

Air setinggi 5-10 cm atau setinggi telapak kaki orang dewasa tampak memenuhi lantai selasar barat kediaman Gubernur Jatim Sekarwo di Jl. Gubernur Suryo. Kepala Biro Umum Setdaprov Jatim Hizbul Wathon kepada wartawan mengaku bingung dengan banjir kali ini. Ini karena sebelumnya air tidak pernah menggenang seperti itu karena memang saluran air yang dibuat sudah sesuai standar yang ada.  "Saluran air yang ada disini sesuai standar, sehingga seharusnya mampu menampung air," jelasnya.
Air juga masuk ke Gedung DPRD Surabaya di Jl. Yos Sudarso setinggi bagian atas telapak kaki orang dewasa.

Dari pantaan dilapangan kawasan Dharmawangsa, Ngaglik, Gembong, dan Tambak Sari, jalan Bronggalan Sawah, Indrakila, Pacar Kembang, Pacar Keling, Tambang Boyo dan jalan Tapak Siring   direndam air kiriman dari langit hingga satu meter. Titik-titik banjir juga terdapat di daerah Balai Kota dan Gubeng

Sepanjang lorong rumah sakit terbesar dan sebagai rumah sakit rujukan di Indonesia timur yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo, Surabaya kebanjiran dan tampak air tergenang setinggi telapak kaki orang dewasa. Akibat hujan deras yang turun sejak sekitar pukul 14:00, hingga menjelang jam pulang pegawai lantai masih menggenangi area lorong-lorong rumah sakit tersebut. Untungnya air tidak masuk di area kamar pasien yang sedang dirawat.

Kepala Instalasi Rawat Darurat RSUD Dr Soetomo, Urip Murtedjo, mengatakan bahwa banjir di halaman RS mencapai sekitar 50 centimeter. "Bagian rumah sakit RSUD Dr Soetomo yang tergenang banjir berada di bagian belakang rumah sakit. Tepatnya, pada bagian Instalasi Rawat Inap," ujar Urip ketika dikonfirmasi.

Kawasan Timur
Genangan air di Jalan Mulyorejo hampir mencapai 60 sentimeter.  Kawasan timur yang juga dilanda banjir meliputi MERR - Galaxy Mall, Jl. Mulyosari Surabaya Kampus C Universitas Airlangga Surabaya

Banjir tidak hanya menggenangi sejumlah ruas jalan, melainkan juga rumah-rumah penduduk. Di Jalan Mojo Kidul, banyak warga yang tampak mengeluarkan air yang masuk ke rumahnya. Beberapa jalan kampung ditutup warga. Di kawasan Mulyorejo, air jugsa masuk ke rumah-rumah. Salah seorang warga Mulyorejo, Sugik, mengeluhkan banjir yang selalu datang setiap kali turun hujan.

Nginden Intan Timur, Jalan Sutorejo, Jalan Ir Soekarno-Hatta (dari arah kenjeran menuju MERR dan sebaliknya), Kompleks Perumahan Dosen UNTAG Jalan Semolowaru, Lebak Arum, Bulak Cumpat, Kalilom lor Indah, Dukuh Setro, Medayu Utara juga dilanda banjir.

Bambang yang pulang dari kantornya di Jl. Kedung Cowek 156 sekitar pukul 17.00, melihat banyak sepeda motor yang berjatuhan di jalan Merr Soekarno-Hatta karena hujan yang sangat lebat. Saat dalam perjalanan matanya terasa sakit karena hujan yang begitu deras menimpa matanya. Penutup muka pada helm harus dibuka karena air hujan yang menempel menghalangi pandangan. Pagi harinya ketika berangkat kerja lagi, jalan tersebut masih tergenang air setinggi sekitar 5 cm.

Kawasan Barat
Kawasan barat yang dilanda banjir meliputi Jalan Semarang, Dukuh Kupang, kawasan Benowo, HR Muhammad, Jl. Mayjen Sungkono dan kawasan Wiyung. Di beberapa titik ketinggian air mencapai 50 cm.

Hujan lebat yang turun pada Rabu, 24 Februari 2016, mengakibatkan kawasan perumahan elite di Surabaya bagian barat terendam banjir setinggi satu meter. Kawasan yang terendam, antara lain G-Walk, Citraland, Pakuwon, dan Graha Famili. Di kawasan pemukiman elit Ciputra ada mobil yang hampir tenggelam karena air telah menelan dua pertiga bodinya.
Kawasan Utara.
Kawasan Jalan Benowo, Jalan Kalianak, Jl. Demak dekat Adijasa juga tergenang air. Genangan air juga tampak di Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan Surabaya. Genangan terjadi di sekitar wilayah taman air mancur tengah bangunan

Kawasan Selatan
Kawasan Rungkut dan Gunung Sari juga digenangi banjir. Rachma Novriyanthi, warga Wiyung, menuturkan bahwa saat hujan begitu lebat pada 24 Pebruari 2016, mobilnya terjebak di pintu keluar tol Gunung Sari karena jalan di kawasan Pratama tidak dapat dilewati. Dia kemudian memutar balik mobilnya untuk kembali ke tol dan turun di pintu tol Satelit. "Ternyata sama saja, saya terhadang genangan di Jalan H.R. Muhammad sisi kiri dan di dekat kolam Unesa," katanya.

Rachma akhirnya baru bisa sampai rumah pukul 23.00. Padahal dia berangkat dari kantornya yang di kawasan Juanda pada pukul 18.15. "Macet parah karena banjir, semua kendaraan menumpuk tak bisa bergerak," katanya.

Tidak ada komentar: