Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Jumat, 24 Juni 2016

Bentor Dibutuhkan Bentor Dipinggirkan



Becak motor yang populer dengan sebutan bentor adalah kendaraan yang sangat dibutuhkan bagi mayarakat. Tapi sayangnya kendaraan tersebut dilarang beroperasi dan sering menjadi sasaran razia. Tapi benarkah kendaraan tersebut tidak aman dan rawan kecelakaan? Kenapa meski dilarang, kita dengan mudah bisa menemukannya di jalanan?
Di kalangan masyarakat menengah bawah, bentor sebenarnya pilihan terbaik. Ia lebih baik daripada taksi karena tarifnya lebih terjangkau. Ia lebih baik dari angkota karena bisa masuk ke kampung-kampung dan banyak tempat yang tak terjangkau angkota. Ia juga lebih baik daripada becak karena lebih cebih cepat dan manusiawi. Lalu kenapa bentor dilarang?.

Sebagimana dikutip sejumlah media lokal, seusai razia yang menjaring puluhan bentor di sekitar Jl. Kapasan, Kanit Lantas Polsek Simokerto AKP Sukar W mengungkapkan alasan kenapa bentor dilarang.  "Kita lakukan razia seperti ini karena bentor tidak memenuhi persyaratan keamanan, dan juga surat-surat yang dimiliki tidak cocok dengan kondisi fisik unit atau becak bermotor ini, dan untuk kali ini puluhan pemilik bentor akan kita data dan membuat pernyataan bahwa sangup untuk tidak mempergunakannya lagi", terangnya.

Menurut AKP Sukar, bentor dilarang karena kecepatan yang dimiliki unit tersebut tergolong tinggi. Posisi penumpang bentor berada di depan menyebabkan jarak pandang dari pengendara bentor sedikit tergangu. Hal tersebut bisa mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Sedangkan untuk surat menyurat resmi yang dikantongi adalah sepeda motor atau R2 namun secara fisik adalah kendaraan roda 3.

Tentang adanya paguyuban bentor, Wakapolsek Simokerto AKP Soegiharto memberikan keterangan bahwa selama ini pihak Polsek tidak pernah mengesahkan adanya paguyuban bentor. "Kita dari pihak Polsek Simokerto tidak pernah merekomendasikan paguyuban bentor, bilamana ada seperti itu maka dapat dipastikan hal tersebut melangar aturan lalu lintas", tegas Soegiharto.

Tapi larangan itu tampaknya tidak serius. Salah seorang sopir bentor yang ditemui surabayareview.blogspot.com di kawasan sekitar Jl. Kapas Krampung mengungkapkan, setelah dirazia, bentor bia ditebus sebesar Rp 60.000 dan setelah itu bisa beroperasi kembali. "Tapi yang melakukan kontak dengan polantas adalah pihak Paguyuban," ujar dia.

Apakah tarif bentor sama dengan  becak? Ternyata tidak berbeda jauh. Menurut seorang tukang becak dari Kapas Krampung ke Tuwowo tarif becak Rp 15.000. Sedangkan menurut sopir bentor, tarif bentor juga sebesar itu. Lalu berapa pendapatan yang bisa diraih oleh seorang sopir bentor. "Kalau pas ramai sebulan bia mendapatkan penghasilan Rp 3 juta. Tapi kalau sepi dapat Rp 2 juta saja sudah banyak. Seperti malam ini, saya baru dapat uang Rp 10.000," aku seorang sopir bentor.

Bentor merupakan perpaduan antara becak dan motor. Biasanya motor dipasangkan pada bagian belakang becak yang sudah dipenggal bagian sadel dan roda belakangnya. Bagian belakang ini digantikan motor yang telah dipenggal bagian depannya. Bagian motor yang tersisa (mesin dan sadel) diambung dengan bagian belakang becak. Motor yang digunakan kebanyakan model bebek 4 tak keluaran lama. Mereka mendapatkan motor dengan harga sekitar Rp 1 - 1,5 jutaan. Sedangkan untuk perakitnnya bisa menghabiskan dana sekitar Rp 600.000 .

Mungkin bentor tidak perlu dilarang. Mungkin yang diperlukan adalah adanya standarisasi perakitan biar tubuh bentor tidak mudah patah dan lebih aman.

Tidak ada komentar: