Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Kamis, 09 April 2015

Ini Aturan tentang Minimarket di Surabaya


Berdasarkan Perda 8/2014, aturan tentang minimarket di Surabaya ternyata cukup ketat. Tapi fakta di lapangan menunjukkan para pengusaha mendirikan minimarket seenaknya sendiri tanpa mengacu pada Perda. Di antaranya banyak minimarket yang dibangun di pinggir jalan yang sempit dan lokasinya berdempetan atau berhadap-hadapan.
Menurut Perda tersebut, minimarket tak boleh didirikan di jalan yang lebarnya kurang dari 8 meter, sedangkan jarak antar minimarket minimal 500 meter dengan pasar rakyat/tradisional, pelanggaran jam buka, dan menjual produk-produk yang dilarang. Soal jam buka, yang sesuai perda, di hari Senin-Jumat jam buka pukul 08.00-21.00 dan Sabtu-Minggu pukul 08.00-23.00.
"Jika mengacu perda, banyak yang dilanggar pengelola toko modern. Kalau mau bukti pelanggaran-pelanggaran itu, saya siap tunjukkan," tegas Erwin, yang juga anggota Pansus Perda Pasar Rakyat tersebut.
Menurut Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Surabaya Widodo Suryantoro mengatakan, perda itu bertujuan melindungi toko tradisional atau kelontong.
Aturan lainnya yang terdapat dalam perda, kata dia, “Minimarket yang ingin izinnya disetujui pemkot harus membuat komitmen untuk bermitra dengan penggiat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).”
Perda 8/2014 tersebut juga mengatur bahwa izin minimarket yang dimulai dengan kajian sosial ekonomi (sosek) harus diurus setidaknya tiga bulan setelah perda tersebut berlaku. Bila izin tidak diajukan, pemkot bisa menutupnya.
Namun, jika sudah mengajukan kajian sosek dan ditolak pemkot, pemilik toko swalayan diberi kesempatan untuk menghentikan sendiri operasional toko. Waktu yang diberikan pun cukup lama, yaitu 2,5 tahun.
Widodo Suryantoro menuturkan, sebelum diberlakukan, perda itu harus disosialisasikan selama enam bulan. Nah, kalau perda tersebut diterapkan pemkot sekarang, seluruh minimarket di Surabaya justru harus ditutup. Sebab, tidak ada yang mengantongi izin usaha toko swalayan. ’’Kalau pakai perda baru, ya habis semua minimarket itu,’’ kata dia.
Namun Pemkot masih memberikan kelonggaran dengan meminta minimarket-minimarket yang tidak memiliki izin HO untuk mengurus izin. Minimarket-minimarket yang tidak mengurus izin ditutup.
Widodo menambahkan, saat ini disperdagin mulai memproses pengajuan berkas kajian sosek. Tetapi, jumlahnya tidak terlalu signifikan. Tidak sampai puluhan. ’’Kemarin (kemarin lusa, Red) ada tujuh, sedangkan hari ini (kemarin) hanya dua,’’ jelasnya.
Sebagaimana diketahui hampir semua minimarket yang ad di Surabaya tidak memiliki izin HO. Karena itu Pemkot melakukan penertiban dengan melakukan penyegelan dan penutupan.




Tidak ada komentar: