Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Jumat, 20 Maret 2015

Walah Sebagian Besar Minimarket di Surabaya Tanpa Izin



Tampaknya para pengusaha minimarket di Surabaya menggunakan prinsip bangun dulu izin belakangan. Tak mengherankan bila saat ini ada  sekitar 508 dari 593 minimarket yang tidak dilengkapi izin. Dari jumlah itu 404 minimarket tidak memiliki izin HO.

Tentu saja hal ini akan berakibat rusaknya rencana tata kota dan pengaturan peruntukan lahan. Selain itu juga berdampak pada terjadinya persaingan dagang yang tidak sehat dan saling mematikan. Seharusnya antara toko yang satu dengan yang lain harus berjarak, tapi dengan model usaha sekarang ini di satu jalan bisa terjadi dua minimarket saling berdampingan atau saling berhadapan.

Dan yang jelas minimarket yang hadir dimana saja tanpa pengaturan akan mematikan usaha kecil dan pedagang pasar. Usaha yang dikelola oleh jaringan usaha besar itu seringkali hadir di kawasan pemukiman atau daerah-daerah yang mestinya hanya boleh untuk usaha kecil/mracangan saja.

Sehubungan dengan itu Satpol PP Senin (16/3) mengirim surat peringatan kedua kepada 508 minimarket tak berizin. Langkah tersebut dibarengi dengan penempelan stiker pelanggaran di depan pintu masuk minimarket. Seperti yang dilakukan terhadap Alfamart Ngegel Rejo. Setelah dikirimi surat peringatan, petugas sarpol PP menempelkan satu stiker di pintu masuk minimarket tersebut. Di stiker itu tertulis bahwa minimarket tersebut melanggar izin gangguan sesuai dengan Perda Nomor 4/2010.

Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto kepada wartawan mengungkapkan, semestinya pengelola minimarket bisa menilai sendiri kemampuan mereka dalam pengurusan izin. Dengan begitu, mereka tidak membuka dulu minimarket itu sebelum izinnya dilengkapi. "Selama ini yang terjadi kan buka dulu, izin belakangan. Itu yang ingin kami luruskan," tegasnya. Selain itu, pemkot ingin melindungi pedagang-pedagang kecil yang semakin terjepit. Banyak toko kelontong yang kehilangan pembeli karena serbuan minimarket berjaringan.

Data terbaru yang diterima Satpol PP dan BLH (Biro Lingkungan Hidup) menyebutkan, saat ini terdapat, 593 minimarket. Di antara jumlah itu, 404 unit belum mengantongi izin.
Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Satpol PP Surabaya Denny Christupel Tupamahu langsung memberikan surat peringatan itu kepada kepala Alfamart Ngegel Rejo. Dia juga menjelaskan bahwa toko bisa tetap beroperasi. "Kami hanya memasang stiker pelanggaran agar warga juga tahu," kata dia.

Penjelasan yang tidak sampai lima menit itu diikuti penempelan stiker. Petugas hanya menempelkan satu stiker di pintu masuk. Di stiker itu tertulis bahwa minimarket tersebut melanggar izin gangguan sesuai dengan Perda Nomor 4/2010.

1 komentar:

RAJA RAK MINIMARKET mengatakan...

Kami RAJA RAK INDONESIA menyediakan berbagai macam RAK, seperti RAK MINIMARKET, RAK TOKO, RAK SUPERMARKET dan RAK GUDANG. Website kami di : http://www.rajarakminimarket.com, http://www.rajaraksupermarket.com, http://www.rakgudangjakarta.com, Telp: 021-87786434