Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Kamis, 12 Maret 2015

PDIP Surabaya Tolak Calonkan Risma dalam Pilwali 2015

PDIP Surabaya menolak pencalonan Tri Rismaharini sebagai cawali dalam pemilihan Walikota Surabaya pada Mei 2015. Alasannya Risma telah banyak mengecewakan para kader PDIP.  Wanita alumni ITS itu dianggap 'kacang yang lupa pada kulitnya'. Tapi tak jelas apakah DPP PDIP akan mengikuti keinginan para kader di akar rumput itu.


Tanda-tanda PDIP Surabaya menolak pencalonan kembali Risma itu terlihat pada saat digelarnya (Konfercab) DPC PDIP Surabaya yang digelar Senin (9/3). Saat itu PDIP tidak mengundang Risma. Alasannya, kegiatan tersebut hanya untuk diperuntukkan bagi kader, sedangkan Risma bukan kader PDIP.

Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Sukadar secara blak-blakan mengatakan bahwa semua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Surabaya sudah tidak menghendaki Risma sebagai calon dari partai dengan lambang banteng yang bermulut putih itu.

PDIP menilai bahwa selama menjadi wali kota, Risma sangat sulit untuk diajak berkoordinasi. Padahal, PDIP adalah partai pengusung Risma pada Pilwali Surabaya 2010. ”Semua PAC sudah tidak menghendaki partai kembali mengusung Risma,” kata Sukadar seperti yang dilansir Radar Surabaya.

Selain sulit diajak berkoordinasi, kontribusi Risma kepada PDIP dinilai sangat minim. Itu membuat sebagian besar kader PDIP di Surabaya kecewa.

Beberapa pengurus DPC PDIP Kota Surabaya kepada Jurnal3, mengatakan saat ini rencana mempersiapkan Wisnu sedang dimatangkan. PDIP menilai, sosok Tri Rismaharini yang kini sebagai Walikota Surabaya dinilai tidak cocok melanjutkan masa kepemimpinan di periode kedua.

Gesekan dengan Wisnu sebagai orang nomor 1 di tubuh PDIP Surabaya menjadi hambatan bagi Risma untuk diusung lagi oleh PDIP.

Alternatif lainnya, muncul nama Indah Kurnia yang sudah dua periode menjadi anggota DPR RI. Saat ini dia menjabat anggota Komisi XI. Selain dikenal sebagai politisi Indah juga sering terlibat dalam kepengurusan Persebaya.


Siap Usung Risma

Namun apabila partai berlambang banteng ini tidak mengusung Risma, beberapa partai lain mengisyaratkan kesiapannya menggolkan walikota inkumeben itu untuk jabatan periode kedua. Ini karena elektabilitas Risma di kalangan masyarakat Surabaya masih sangat tinggi. Risma dinilai berhasil memberikan kepuasan kepada warga kota. Prestasi Risma pun diakui dunia. Ini terbukti dengan terpilihnya Risma sebagai Walikota terbaik nomor 3 dunia versi World Major. Suara capres PDIP, Jokowi, pada pilpres 2014 yang mencapai lebih dari 60% di Surabaya, tak lain merupakan bonus yang diberikan rakyat Surabaya karena PDIP telah menjadikan Risma sebagai Walikota.


Kalau PDIP membuang Tri Rismaharini sebagai cawali Surabaya tahun 2015, PAN siap mengajukannya sebagai cawali. PAN dalam waktu dekat ini akan melakukan silaturahim ke Walikota Tri Rismaharini. Menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PAN Surabaya Achmad Zainul Arifin di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (31/1/2015) silaturahmi kali ini merupakan pendekatan politik kepada Tri Rismaharini untuk menjalin komunikasi politik awal. Ini berkaitan dengan posisi Risma di internal kader maupun simpatisan PAN di Surabaya masih tertinggi.

Terlebih, pascasurvei internal PAN yang dilakukan akhir tahun lalu, Risma dinilai mampu menyelesaikan persoalan kota dengan gaya kepemimpinan berintegritas. "Kita melihat objektif. Termasuk kekurangan dalam memimpin Surabaya. Seperti persoalan KBS, Kemisikinan, perlu ada tindak lanjut yang konkret," kata dia.

Sementara Koordinator Tim 8 DPD PAN Surabaya Hamka Mudjiadi Salam sebelumnya mengatakan, berdasar evaluasi DPD PAN Surabaya, kepemimpinan Risma di Kota Surabaya cukup sukses hingga sekarang ini. "Gaya dan Sepak terjangnya sebagai Walikota Surabaya menunjukkan ciri khas arek Suroboyo yang ulet, keras, tidak sombong, pekerja serta pemikir hebat. Ini dibuktikan dengan keberhasilan Kota Surabaya meraih berbagai predikat dan penghargaan dari Indonesia maupun dari mancanegara," kata Hamka. Oleh karena itu, lanjut dia, saat ini nama Tri Rismaharini masih menjadi pilihan utama dari DPD PAN Surabaya untuk diusung sebagai calon Walikota Surabaya.

Sementara itu dalam penjaringan cawali yang dilakukan DPC Partai Gerindra Kota Surabaya didapat 12 bakal calon wali kota (cawali) untuk dipersiapkan maju dalam pemilihan kepala daerah di ibu kota Provinsi Jawa Timur itu pada 2015. "Kami sudah melakukan penjaringan bakal cawali. Salah satunya adalah bu Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini)," kata Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya Sutadi saat ditemui wartawan di DPRD Surabaya, Senin.





Tidak ada komentar: