Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Jumat, 13 Maret 2015

Pejabat Kadin Jatim Ditangkap Atas Tuduhan Korupsi

Kejaksaan Tinggi Jatim menahan dua pejabat Kadin Selasa (10/3) terkait dugaan kasus penyelewengan dana hibah. Mereka adalah Wakil Ketua Umum Bidang Kerja Sama Antarprovinsi Diar Kusuma Putra dan Wakil Ketua Umum Bidang Energi Sumber Daya Mineral Nelson Sembiring. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka sejak pertengahan Februari 2015.


Penahanan itu dilakukan setelah dua tersangka tersebut menjalani pemeriksaan sekitar lima jam di gedung Kejati Jatim di Jalan A. Yani. Sebenarnya, penahanan kedua tersangka direncanakan sejak lama. Hanya, penyidik urung melakukannya dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya, dua tersangka yang dipanggil bersamaan itu ternyata hanya datang seorang. Karena itu, jaksa mengurungkan niat untuk menahan dan menunggu sampai keduanya datang bersamaan.

Kepala Seksi Penyidikan Pidana Khusus Kejati Jatim M. Rohmadi mengatakan, penahanan itu merupakan keputusan penyidik setelah mempertimbangkan banyak hal. Sesuai KUHAP, penahanan bisa dilakukan karena khawatir tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatannya. ”Tersangka ditahan selama 20 hari ke depan. Nanti bisa diperpanjang lagi,” terangnya.

Dia mengakui sebelumnya tersangka beberapa kali mangkir dari panggilan pemeriksaan. Terkadang ada pemberitahuan, tapi pernah juga tanpa kabar sama sekali.

Menurut Rohmadi, kasus yang diusut adalah penggunaan dana hibah dari pemprov untuk Kadin Jatim pada 2012 dan 2013 sebenar Rp 10 miliar. Kejati Jatim menemukan bukti bahwa uang tersebut digunakan tidak sesuai peruntukannya. Kejati menduga laporan pertanggungjawaban penggunaan dana hibah ke Kadin Jatim bersifat fiktif. Laporan itu ditindaklanjuti dengan memeriksa lebih dari 20 saksi. Kejaksaan juga menyita sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan adanya laporan fiktif.

            

Tidak ada komentar: