Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Jumat, 13 Maret 2015

Begal Motor Menjadi-jadi di Surabaya Sekitar

Di tengah situasi ekonomi yang sulit sekarang ini, aksi begal motor kian menjadi-jadi di kawasan Surabaya, Mojokerto, Pasuruan dan sekitarnya. Modusnya mereka melakukan perampasan sepeda motor dengan kekerasan yang membahayakan nyawa korban.


Seperti aksi begal motor yang dilakukan komplotan Yanuar Adityo yang didor Tim Cobra Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim pada Rabu dini hari (11/3) di bundaran Waru, Surabaya, Jawa Timur. Polisi terpaksa menembak dadanya sebanyak dua kali setelah tembakan peringatan tidak diindahkan. Tersangka melawan dengan pedang yang dibawanya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono, mengatakan, ”Akhirnya, kami terpaksa menembak tersangka. Kami tembak tepat di dada sebelah kiri sebanyak dua kali,” ucap Awi seperti yang dilansir Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Kamis (12/3).

Setelah tertembak kata Awi, Yanuar ambruk. Polisi berusaha untuk bertindak cepat dengan berusaha menyelamatkan tersangka. Polisi membawanya ke RSUD dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur.

Dalam catatan kepolisian, Yanuar sudah beraksi 24 kali di lokasi yang berbeda. Yakni, 20 kali beraksi di Sidoarjo, dua kali di Mojokerto, dan dua kali pula di Gresik. Awi menjelaskan, Yanuar dalam menjalankan aksinya tidak segan-segan melukai korbanya. Kesadisan sang begal ini dilakukan dengan tiga cara. Pertama, mengepruk kepala korban. Kedua, menyabetkan pedangnya kepada korban. Dan yang ketiga adalah melukai korbannya pakai bom ikan.

Sebelumnya satu anggota sindikat begal yang sudah lama beraksi di Kota Pahlawan berhasil ditangkap Polrestabes Surabaya. Dia adalah Rizal Halim, 19, warga Jalan Pandegiling, Surabaya, Jawa Timur. Dia dibekuk setelah menjambret handphone milik Suhadi, 25, warga Bangkalan, Madura, yang melintas di Jalan Dr Sutomo, Surabaya, Minggu (1/3). Saat hendak membawa kabur hasil rampasan tersebut, dia jatuh dan langsung dihajar massa.

Kanit Jatanum Polrestabes Surabaya AKP Dewa Putu Prima mengatakan, saat melakukan aksinya tersebut, Rizal tidak sendiri. Dia dibantu empat tersangka lain, Pandu, Novanto, Fendy, serta Dicky. Mereka menggunakan dua sepeda motor. Satu sepeda motor digunakan untuk berboncengan tiga orang, Pandu, Novanto, dan Fendy.

Halim bertugas sebagai joki untuk temannya. Dicky bertindak sebagai eksekutor dalam aksi tersebut. ”Modusnya, para tersangka mencegat korban dengan alasan menanyakan alamat rumah. Nah, pas korban berhenti, salah satu tersangka, Dicky, mengeluarkan celurit untuk menakut-nakuti korbannya,” papar Dewa di Mapolrestabes Surabaya seperti yang dilansir Radar Surabaya (Grup JPNN.com), Senin (2/3).

Selain di Jalan Dr Sutomo, komplotan tersebut sering beraksi di beberapa kawasan lain di Surabaya. Di antaranya, Jalan Kartini dan di depan Pakuwon Trade Center (PTC). Bahkan, pada aksi di depan PTC dua minggu lalu, Halim dan kawanannya berhasil menggasak sepeda motor Honda Vario. ”Modusnya sama. Mereka memepet korban dan bertanya alamat, lalu merebut sepeda motor korban,” tutur Dewa.

Di hadapan penyidik, Halim mengaku melakukan aksi tersebut sejak beberapa bulan lalu. Setelah mengambil barang milik korban, mereka menjual hasil curian tersebut ke penadah. Namun, dia menyatakan tidak tahu tempat penjualan barang jarahan tersebut. ”Yang menjual semua adalah Dicky. Saya cuma diberi bagian,” ungkapnya.

Halim mengatakan, dalam sekali operasi, dirinya mendapat bagian yang berbeda-beda. Ketika merampas motor di depan PTC, dia hanya diberi Dicky uang Rp 500 ribu. Untuk hasil menjambret, biasanya dia dapat Rp 50 hingga Rp 100 ribu.


”Ya, semua bergantung pada barang yang diambil. Kalau barangnya bagus dan dijual mahal, pasti saya dapat bagian yang lebih banyak,” ungkapnya. 

Tidak ada komentar: