Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Jumat, 03 Mei 2013

Wishnu Wardhana Akhiri Karir Politiknya dengan Tragis





Wishnu Wardhana (WW)bakalan mengakhiri karir politiknya secara tragis. Setelah kehilangan jabatanya sebagai Ketua DPC Partai Demokrat, lalu batal menjadi Ketua DPC Hanura Surabaya, ia akan kehilangan keanggotaan sekaligus jabatan prestisius sebagai Ketua DPRD Surabaya. Banmus DPRD Surabaya telah  mengagendakan Rapat Paripurna SK Gubenur tentang PAW anggota DPRD, Senin (6/5/2013).

Penggantian Wishnu Wardhana secara paksa dilakukan karena walaupun sudah dipecat dari jabatannya sebagai Ketua DPC dan Ketua DPRD Surabaya oleh partainya, Wishnu Wardhana berusaha nggandoli jabatannya. Bahkan para pendukung Wisnu dari luar sempat masuk ke Gedung DPRD untuk melakukan pengawalan dan hampir menimbulkan konflik fisik dengan para anggota Fraksi Partai Demokrat.

Wakil Ketua DPRD Whisnu Sakti Buana, selaku Pelaksana tugas Ketua DPRD menyetujui usulan mayoritas anggota Banmus yang dilakukan hingga pukul 17.40 WIB, Kamis (2/5/2013).

Kepemimpinan WW selama ini memang penuh kontroversi. Ketika ia menjadi Banmus DPRD Surabaya, empat kali anggaran tunjangan profesi guru diajukan Pemkot Surabaya sejak Januari 2010, empat kali pula pengajuan itu ditolak oleh DRD Surabaya. Karena itu para guru sekolah negeri yang tengah menunggu cairnya tunjangan itu kecewa, karena dana itu tak bisa segera turun.

Kalangan DPRD Surabaya yang melakukan penolakan dengan terang-terangan menyatakan tak ingin pengajuan anggaran itu sebagai alat kampanye untuk coblos ulang Pilwali Surabaya. Saat itu Pemkot dipimpin oleh Walikota, Bambang DH yang menjadi pasangan Cawali Tri Rismaharini sebagai Cawawali.

Ketika ia menjabat sebagai Ketua DPRD Surabaya,  Ia berupaya melakukan pemkazulan Walikota yang baru terpilih, Tri Rismaharini. Dia lupa saat itu Risma belum bekerja sehingga tak ada alasan untuk melakukan pemakzulan dengan menggunakan isu jalan tol tengah kota dan masalah reklame sebagai bahan untuk pemakzulan.

Lalu WW juga menjadi tersangka Polrestabes Surabaya dalam kasus dugaan korupsi Bimbingan Teknis (Bimtek). Kasus tersebut sekarang ini tak diketahui rimbanya.
WW juga dibelit kontroversi ketika meminta penggantian rumah dinas Ketua DPRD Surabaya di Jl. Porong  dengan uang Rp 13 juta/bulan.
Ketika media meramaikan kasus ini, WW melakukan pembatasan wartawan dan peliputan di Gedung  DPRD Surabaya.

Tidak ada komentar: