Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Minggu, 12 Mei 2013

Aksi Populis Walikota Surabaya



Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, dikenal sebagai salah satu kepala daerah yang populis di Indonesia. Ia biasa menelusuri kampung-kampung untuk mengetahui kondisi rakyatnya. Ia tak segan-segan menelusuri beberapa kawasan rawan banjir bila hujan deras. Bila dalam perjalanan melihat jalan kotor, ia tak segan-segan berhenti, lalu menyapu bagian yang kotor. Atau kalau ia menjumpai kemacetan lalu-lintas dan petugas polantas tak ada di sana, ia sendiri turun tangan mengantur lalu-lintas.


Inilah sejumlah aksi populis Walikota:
1.       Saat melakukan sidak Jumat (06/01) 2012 warga kampung Karang Rejo yang sedang kerja bhakti, Risma tak mau ketinggalan ikut nyapu dan bersih-bersih. Naasnya, ketika sedang menyapu ternyata Risma terpeleset. Akibatnya, tangan kiri Risma mengalami keretakan dan kakinya juga lecet. Lalu ia pun mendapatkan perawatan di Rumah Sakit (RSAL)
2.      Sambil menenteng handy talki, Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini (25/12 2012).
berdiri di pinggir sungai. Dia memberikan instruksi langsung pada anak buahnya untuk memberesi sisa-sisa pohon tumbang yang masuk ke sungai. "Ayo-ayo cepet-cepet. Keburu banjir nanti yang di sana," kata Risma pada beberapa petugas kebersihan. Saat itu  Walikota memantau pohon tumbang sepanjang Jl Ahmad Yani dan Gayung Kebonsari.
3.      Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini telat menghadiri naskah perjanjian hibah daerah kepada 51 kelompok masyarakat tahun 2012 pada (19/12 2012).  Ternyata, Tri telat karena turun tangan mengatur arus lalu lintas di jalanan yang macet. "Mohon maaf bapak ibu sekalian, saya datang telat. Saya tadi harus ngatur lalu lintas karena macet parah," kata Risma  Risma mengatur lalu lintas di Kedungsari. Di sana kendaraan saling serobot menerobos lampu merah. Dia memerintahkan sopirnya menepi, ibu wali kota ini langsung turun dan mengatur lalu lintas bak polisi. Aksi seperti ini sudah berkali-kali dilakukan Risma.
4.      Mendatangi Asosiasi Suporter Persebaya dan memarahi bonek saat kerusuhan  suporter di Gelora 10 November Tambaksari Surabaya memakan korban seorang bonek tewas. Walikota Surabaya. Risma Maharani mengimbau pada Bonekmania agar Tragedi Tambaksari adalah yang terakhir kalinya. Sebab, ujung-ujungnya selalu ada saja nyawa yang melayang. "Cukup sudah Rek, ini yang terakhir. Sampai kapan lagi harus seperti ini. Lihat keluarganya, kasihan. Ini korban anak tunggal," ujar Risma di depan Bonekmania dari ASP (Asosiasi Suporter Persebaya), awal Juni lalu.
5.      Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini kadang juga ikut razia yang dilakukan Satpol PP, di antara razia ABG di tempat-tempat hiburan malam seperti diskotik. Kepada mereka yang terjaring razia, Walikota sempat melontarkan amarahnya setelah mencium aroma alkohol dari mulut salah seorang gadis ABG.  Gadis ingusan itu mengaku melakukan itu karena perceraian kedua orang tuanya.
"Masih banyak orang lain yang menderita, kalian itu jangan menyalahkan keadaan, baju kamu masih bagus, coba lihat di sekitar kalian," kata Risma.
"Kamu jangan gaya-gayaan. Kalian itu masih di bawah umur, pakai acara pergi ke diskotek segala, mau jadi apa kalian?," tegasnya dengan nada tinggi.
6.      Ketika mendengar penjual belasan ABG, Ayu Puji Astuti (27) ditangkap Polrestabes Surabaya, Risma mendatangi Mapolrestabes Surabaya. Walikota Surabaya itu memarahi pelaku trafficking tersebut. "Yang kamu tawari itu kan cuma anak kecil. Di suruh apa-apa ya mau, wong dia nggak ngerti apa-apa. Coba anak kamu ditawari permen, biar beracun ya mau aja, wong anak kecil," tegas Risma dengan nada keras sambil menunjuk ke arah tersangka. "Kamu itu perempuan, lah kok tega-teganya menjual anak orang. Kamu nggak ngerti dosa apa, apa kamu nggak punya agama, makanya nggak ngerti dosa?" lanjut Risma dengan nada kesal.
7.      Memberikan bekal ketrampilan dan pesangon kepada ribuan PSK untuk program penutupan lokalisasi WTS di Surabaya
8.     Risma tak segan-segan di tengah hujan kelililing Surabaya untuk ngecek genangan air dan rumah-rumah pompa. Seperti yang dilakukan pada Kamis (3/1/2013) petang. Ia memantau pompa air di Jl.  Mayjen Sungkono, Kartini dan Dharmahusada,  Jl. Kartini, Jl. Ciliwung, Jl. Imam Bonjol dan Kartini. 




Tidak ada komentar: