Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Sabtu, 06 April 2013

Demo Tolak APEC di Surabaya


demo tolak apec di depan JW Marriot. rri.co.id



Sekelompok ormas dan LSM menggelar aksi unjuk rasa di Surabaya untuk menolak kehadiran APEC (Asia-Pasific Economic Cooperation) di Indonesia. Mereka melakukan aksi protesnya di depan JW Marriott Jl Embong Malang, Sabtu (6/4/2013).  


Kelompok-kelompok yang tergabung dalam aksi itu terdiri dari GMNI, LMND, PPR, WALHI, Forum Kalimas, SBSI, KONTRAS dan BEM Fisip Unair. Aksi berupa gelar spanduk yang berlangsung dengan damai.

Surabaya menjadi tuan rumah penyelenggaran APEC atau pertemuan ekonomi se Asia-Pasific yang akan berlangsung pada 6-21 April 2013. Organisasi ini merupakan perwujudan prinsip ekonomi bebas yang kelahirannya dibidani negara-negara kapitalis. Pertemuan berskala internasional ini akan dihadiri delegasi dari 21 negara dan 3 negara pengamat dengan jumlah peserta sekitar 2.000 orang.

Sejumlah delegasi negara dengan perekonomian yang kuat akan hadir dalam acara ini yakni Kanada, Amerika Serikat dan Cina. Penyelenggaraan APEC ini dibagi menjadi dua acara yakni Senior Officers Meeting (SOM) pada 7-19 April 2013 yang dihadiri pejabat setingkat Direktorat Jendral dan pada 20-21 yang dihadiri para pejabat setingkat menteri.

Koordinator demo, Antok menegaskan, aksi ini ditujukan untuk menolak penyelenggaraan APEC di Indonesia, menuntut Indonesia keluar dari keanggotaan APEC serta menolak RUU Ormas yang disinyalir akan melanggengkan liberalisasi di Indonesia.   

"APEC bagian dari liberalisasi yang  mengebiri Indonesia dalam mengatur urusan perdagangan di negaranya sendiri. Sejak ikut APEC, Indonesia selaku negara berkembang sama sekali belum mendapat keuntungan. Yang diuntungkan adalah negara maju, termasuk Amerika," ujar Antok dalam orasinya.

Pembahasan ekonomi di APEC selalu bersifat secara makro dan sangat merugikan rakyat. Sementara yang diuntungkan  adalah elite politik pemegang kekuasaan dan pengusaha asing/lokal yang menjalankan investasi di Indonesia.

Kondisi tersebut  mengakibatkan  Indonesia tidak  berdaulat secara ekonomi dan politik. Hal ini, kata mereka, terlihat dari pengerukan sumber daya alam di Papua dan minyak di Jawa Timur oleh perusahaan asing seperti Freeport, Exxon dan Petrochina. 

Di saat aksi demo digelar, beberapa  delegasi asing yang menginap di Hotel JW Marriott mulai berdatangan. Meski aksi demo mengakibatkan kepadatan lalu lintas di sekitar Jl. Embong Malang, namun kesigapan aparat kepolisian dalam mengatur lalu lintas pada akhirnya tidak menyebabkan  kemacetan.

Selain membahas masalah ekonomi dan kerjasama perdagangan antar negara, mereka juga berkesempatan melakukan wisata di beberapa lokasi di Surabaya. Pemkot Surabaya telah mengagendakan para peserta APEC berkunjung ke sejumlah destinasi wisata religi, kuliner dan lingkungan di wilayahnya
Sumber: rri.co.id, tempo.co.id

Tidak ada komentar: