Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Selasa, 05 Maret 2013

Setelah Dua Tahun Divonis MA Tiga Pejabat Pemkot Surabaya Baru Masuk Penjara


Purwito, Sukamto Hadi, dan Muchlas Udin

Betapa saktinya tiga pejabat Pemkot KMS. Meskipun Vonis MA atas kasus korupsi japung senilai Rp 720 juta yang melibatkan mereka  sudah dijatuhkan 2 tahun yang lalu, baru sekarang (4/3 2013) mereka masuk bui. Mereka adalah Sekkota Pemkot Surabaya, Sukamto Hadi, mantan Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Purwito (kini staf ahli Walikota Tri Rismaharini) dan Asisten II Muchlas Udin.
Pelaksanaan vonis itu tertunda sekian lama karena salinan  putusan  tak pernah sampai ke Kejaksaan Negeri selaku eksekutor vonis. Orang-orang MA tampaknya sengaja menyembunyikan salinan itu agar pelaksanaan hukuman tidak bisa segera dilaksanakan. Padahal terpidana lainnya, dalam kasus yang sama, mantan Ketua DPRD Surabaya, Musyafak Rouf langsung turun dan ia pun masuk penjara duluan. Itu bisa terjadi tak lain karena ketiga pejabat Pemkot itu punya lobi yang sangat kuat di MA.

Salinan putusan MA nomor 1465 K//Pid.Sus/2010 itu sebenarnya sudah dibuat sejak tahun 2010. Tapi salinan itu baru turun beberapa hari lalu. Itu pun setelah koran nasional yang terbit di Jatim, Jawa Pos, terus memberitakan kejanggalan hilangnya salinan vonis MA itu.

Akibat disembunyikannya salinan vonis itu oleh oknum-oknum di MA, masyarakat  tak tahu apakah Sukamto,cs dibebaskan atau dijatuhi hukuman. Masyarakat baru tahu ketiga pejabat itu dihukum 18 bulan dan denda Rp 50 juta subsider lima bulan kurungan setelah salinan vonis turun pada Senin, 4 Februari 2013.

Setelah salinan itu turun pihak Kejaksaan Negeri melakukan pemanggilan kepada ketiga terpidana untuk menjalani hukumannya. Ternyata sampai tiga kali pemanggilan mereka mangkir. Pemanggilan dilakukan pada Senin, 11 Februrai 2013, Senin, 18 Februari 2013, dan Rabu 27 Februari 2013.  Tapi akhirnya mereka menyerahkan diri untuk menjalani hukuman pada Senin 4 Maret 2013.

Yang sangat mengherankan adalah sikap Walikota, Tri Rismaharini. Meskipun ketiga bawahannya itu menghadapi masalah hukum sejak sebelum ia menjabat, Walikota tak pernah menonaktifkan mereka. Ini menimbulkan spekulasi bahwa Walikota tak paham akan hukum.

Tidak ada komentar: