Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Sabtu, 16 Maret 2013

Ditemukan Penimbunan di Tanjung Perak Importir Diduga Permainkan Harga Bawang

Antaranerws.com

Dugaan membumbungnya harga bawang putih dan bawang merah sebagai akibat dimainkan pedagang besar/importir semakin mendekati kenyataan. KPPU menemukan adanya penimbunan bawang putih di Pelabuhan Tanjung Perak.


Saat melakukan sidak ke Terminal Peti Kemas di Tanjung Perak Surabaya Kamis (14/3/2013), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan ada 105 kontainer bawang putih impor yang seharusnya sudah bisa keluar, tapi masih tetap ngendon. KPPU menilai bawang tersebut sengaja ditimbun untuk memainkan harga.

"Kalau dokumen sudah lengkap (custom) harusnya sudah diambil. Tapi importir itu tidak mengeluarkan barang. Artinya apa, ini ada indikasi menahan stock," ujar Wakil Ketua KPPU RI Saidah Sakwan kepada wartawan Jumat (15/3/2013).

Saidah mengatakan, para importir ingin memainkan harga bawang putih di tingkat pasaran. Bila demand atau permintaan tinggi, sementara suplai atau persediaan barangnya tidak ada, harga bawang di pasaran tentu saja jadi mahal.

Ia menambahkan, ada 349 kontainer bawang putih impor di TPS. Dari jumlah tersebut, 105 kontainer sudah memenuhi custom sejak awal Januari 2013 lalu. Tapi para importir ini tidak segera mengeluarkan barangnya. Mereka bahkan mencicil keluar 10 kontainer saat harga bawang sudah meroket.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Hadi Prasetyo, membenarkan, ada 110 kontainer bawang putih di Terminal Peti Kemas dan sudah mengurus RIPH dan SPI. Dari jumlah itu, 32 kontainer sudah menetap di gudang peti kemas selama 20 hari, 62 kontainer menginap 30 hari, dan sisanya sudah lebih dari sebulan disimpan di dalam gudang yang memiliki reefer plug. "Ini sudah clean and clear, tapi tidak diambil importir untuk dikeluarkan."

Di lain sisi, ada 392 kontainer hortikultura impor yang sudah masuk dan diproses di Bea Cukai. Ratusan kontainer itu belum memiliki RPIH dan SPI. Hadi membantah jika belum diterbitkannya dokumen itu karena keengganan atau kelambanan birokrasi pemerintah. "Mereka sendiri (importir) yang tidak mengurus."

Hingga 6 Maret 2013, Kementerian Pertanian menerima pengajuan 114 aplikasi dari importir untuk pengurusan RPIH. Sebanyak 90 aplikasi sudah diterbitkan RPIH. Ini, ujar Hadi, membuktikan tidak ada resistensi dari pemerintah untuk penerbitan RPIH.
Sumber: Surabaya.detik.com dan tempo.co.id

Tidak ada komentar: