Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Minggu, 05 Agustus 2012

Ketua Badan Kehormatan DPRD Dituduh Minta Jatah Rumah



Ironis Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Surabaya dituding melakukan pemerasan kepada pengembang agar dirinya mendapatkan rumah secara gratis. Padahal lembaga yang dipimpinnya memiliki tugas mengadili para anggota DPRD yang melakukan penyimpangan etika dan moral.

Tudingan itu dilontarkan pemilik PT Citra Persada Permai, Ririn Puji Lestari, terhadap CPP Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Surabaya,  Agus Santoso .  Masalah ini bergulir setelah Satpol PP berupaya melakukan penyegelan beberapa rumah yang ada di Perumahan Citra Medayu Residance (CMR) di Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya.

Ririn Puji Lestari mengatakan, beberapa unit rumah di area perumahannya, nyaris disegel petugas Satpol PP dari Pemkot Surabaya pada 1 Agustus 2012 karena adanya pengaduan dari Agus, yang selain sebagai Ketua BK juga sebagai anggota Komisi C DPRD Surabaya. Agus menyebut, perusahaannya tidak menyediakan fasilitas umum dan ruang terbuka.

Selain itu, anggota DPRD Surabaya itu juga menyebut lebar jalan hanya tiga meter. Padahal, menurut Ririn, lebar jalan delapan meter, dipotong saluran air di kanan dan kiri masing-masing satu meteran sehingga masih menyisakan enam meter. “Jika benar cuma 3 meter, rumah saya tak akan laku," keluh Ririn.

Ririn menduga tindakan Agus karena ingin mendapatkan rumah yang sudah ditempati orang dekatnya dengan cara  menghindari pembayaran. Tipe rumah yang diminta Agus, adalah rumah tipe 50 dengan luas tanah 98 meter persegi dan luas bangunan 7 kali 14 meter dengan harga Rp 378 juta.

"Dia beli rumah di sini sejak 27 bulan lalu, tidak dibayar sepersen pun. Sempat bayar DP (uang muka) Rp 20 juta, dan diminta lagi," katanya.

Awalnya, Ririn mengatakan anggota DPRD Surabaya itu membeli rumah di perumahannya yang ketika itu masih seharga Rp 270 juta. Rumah itu hendak langsung ditempati, karena itu  ia menyetujuinya. Namun ketika pembayarannya ditagih, Agus tak kunjung melunasinya. Dia malah mengatakan: Saya ini anggota dewan," kata Ririn menirukan kalimat Agus.

Ririn memutuskan menutup pembelian rumah yang ditempati orang dekat Agus itu dengan menggunakan uang koperasi dan selanjutnya dibayar lunas oleh salah seorang anak kandung Ririn. Informasi yang ia peroleh, rumah ini ditempati istri simpanan yang punya dua orang anak.

Sementara itu, Agus Santoso ketika dikonfirmasi, membantah keras semua tudingan Ririn tersebut. "Semua itu tidak benar. Saya tidak punya rumah di Citra Medayu. Rumah saya sudah banyak," jawab Agus.

Agus juga membantah kalau rumah itu ditempati istri simpanannya. Bahkan, Agus mengaku tidak mungkin bagi dirinya membeli rumah dengan harga mahal, lantas diberikan ke orang lain.

Agus menilai pernyataan Ririn hanya untuk mengaburkan masalah di perumahannya. "Ini sudah tidak benar, saya akan gugat balik," tegas dia. www.merdeka.com

Tidak ada komentar: