Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Rabu, 04 Juli 2012

Walikota Janji Evaluasi Jatah Siswa Miskin Di Sekolah Negeri


Menanggapi sejumlah keluhan wali murid dari kalangan miskin yang anaknya tidak bisa diterima di sekolah negeri, Walikota berjanji akan melakukan evaluasi. Ia menerima keluhan itu pada saat menghadiri Sidang Paripurna di Gedung DPRD Surabaya Selasa (3/7 20012). Ketika usai sidang, Walikota dicegat para wali murid tersebut.

Selain Bu Suci, ada Heri Siswanto, warga Sidotopo Kenjeran yang saat itu membawa dua anaknya yang hendak mendaftar ke SMK 7 dan SMP 31. Ia mengaku kedua anaknya yang bernama Hafidin Nur Ramadhan dan Hafidah Riskiyah Nur Ramadhan tidak dapat diterima pada PPDB untuk mitra warga (untuk kalangan miskin). Padahal, kondisi keluarganya termasuk keluarga tidak mampu dan asli Surabaya.

“Hafidin niku mboten saget ketampi dateng SMK 7 trus Hafidah teng SMPN 31 pas daftar lewat online (HAfidin itu tidak dapat diterima di SMK 7 dan Hafidah tidak diterima di SMPN 31 waktu pendaftaran online-red),” tutur Heri.

Tak hanya Heri, beberapa wali murid yang sudah lama tinggal di Surabaya tapi tak memiliki KTP juga melakukan curhat kepada Risma. Wali murid ini mengaku telah tinggal di Surabaya sejak tahun 80-an. Hingga saat ini belum mengurus surat kependudukan karena belum dapat membeli rumah di Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, banyaknya siswa miskin yang tidak masuk dalam PPDB mitra warga karena alasan ketidaktahuan. Selain itu sebagian warga miskin juga tidak tahu bahwa mereka bisa diterima masuk sekolah negeri dengan nilai Ujian Nasional yang kecil.

“Dengan NUN 18-20 itu sudah kartu mati bagi mereka masuk sekolah negeri (jalur regular – red), tapi mereka tidak tahu masih ada peluang untuk tetap masuk sekolah negeri dengan menggunakan jalur mitra warga. Makanya saya katakan kepada Dinas Pendidikan jika ada orang miskin bodoh itu biasa, jika ada orang kaya pintar itu biasa. Oleh karena itu kita harus memotong matai rantai struktural itu,” tutur Risma.

Meski banyak protes terkait pelaksanaan PPDB, dalam kesempatan itu Risma tetap mengatakan PPDB tidak ada masalah apapun. Terkait aduan warga miskin itu, Risma mengatakan akan segera melakukan evaluasi. “Saya juga tidak yakin jika warga Surabaya itu jumlahnya cuma tiga juta,”

Seperti diketahui jalur mitra warga yang diperuntukan bagi kalangan miskin  hanya memberikan 5% dari total bangku yang ada di sekolah negeri. Prosentase ini diperkirakan jauh lebih kecil dari siswa miskin yang membutuhkan.
Sumber: dutaonline.com

Tidak ada komentar: