Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Sabtu, 07 Juli 2012

Waduh, Ternyata Beaya Komunikasi Anggota DPRD dengan Pemilihnya Ditanggung Negara


Waduh, ternyata untuk bertemu dan menjaring aspirasi para konstituen, para anggota DPRD Surabaya meminta beaya dari APBD. Tak tanggung-tanggung mereka mendapatkan subsidi sebesar Rp 30 juta yang diberikan ketika mereka sedang reses..

Padahal komunikasi dengan konstituen sepenuhnya untuk kepentingan karir para anggota DPRD sendiri, yaitu untuk memelihara kesetiaan para pemilihnya. Tapi oleh para anggota DPRD diklaim sebagai bukan untuk kepentingan pribadi.

Hal tersebut terungkap ketika anggota DPRD Surabaya menjalani masa reses. Menurut Ketua komisi B, , Mochamad Machmud, pada masa reses setiap anggota DPRD Surabaya bakal mendapatkan sangu Rp 30 juta. Uang tersebut digunakan untuk bertemu dengan konstituen.


“Selama satu minggu, saya menggelar pertemuan dengan konstituen di lima titik. Uang yang saya dapat itu akan digunakan untuk segala keperluan untuk acara pertemuan tadi. Misalnya untuk menyewa gedung, konsumsi dan akomodasi lain,” ungkapnya, Jumat (6/7/2012).

Dia membantah uang yang didapat anggota dewan selama reses untuk kepentingan pribadi. Pasalnya, setiap pengeluaran, harus dipertanggungjawabkan dalam bentuk formal. “Kami buat laporan acaranya. Kemudian harus ada kuitansi untuk setiap pengeluaran,” katanya.

Hal senada juga disampaikan anggota Komisi D, Agus Sudarsono. Politisi Partai Golkar itu mengatakan, dana yang didapatnya dari uang rakyat itu digunakan untuk menggelar berbagai acara dengan konstituennya di daerah pemilihan (dapil) V.

Dapil ini meliputi Karang Pilang, Lakarsantri,  Sambikerep, Pakal, Benowo, Asemrowo, Tandes, Sukomanunggal. "Dapil saya luas. Membawahi sembilan kecamatan. Waktu lima hari reses saya harus habiskan bertemu dengan konstituen di sembilan kecamatan," tegas politisi Partai Golkar itu, Jumat (6/7/2012).

Dalam jasmas nanti, Agus akan menampung aspirasi konstituen terutama yang tidak masuk ke musyawarah rencana pembangunan (musrembang) di tingkat kecamatan. "Konsentrasi saya terutama kesehatan, pendidikan dan pembangunan di kampung-kampung," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mulai 9 Juli nanti anggota DPRD Surabaya reses. Istirahat Ngantor tersebut merupakan yang kedua tahun ini. Para wakil rakyat diberi kesempatan turun ke konstituen untuk program jasmas.

Masa reses tidak hanya terjadi 1 kali dalam setahun tapi beberapa kali. Selama 6 bulan tahun 2012 ini, DPRD Surabaya sudah reses dua kali. Kalau anggota DPRD Surabaya sebanyak 45 orang, bisa dibayangkan berapa total uang negara yang dihabiskan DPRD bersama konstituennya. Itu berarti 90 x 30.000.000 = Rp 2,7 miliar.

sumber: surabaya.tribunews.com