Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Senin, 09 Juli 2012

Kini Ada Razia Pengunjung Diskotik Di Bawah Umur

Biasanya razia di tempat-tempat hiburan untuk menjaring para pemakai/bandar narkoba atau memburu para pekerja asing ilegal. Namun sekarang mulai digencarkan oleh Pemkot Surabaya, razia menjaring anak bawah umur yang keluyuran di tempat hiburan orang dewasa.

Karena itu para orangtua diminta untuk mengawasi lebih ketat anak-anaknya agar tidak keluyuran di tempat-tempat hiburan seperti diskotik, kelab malam, dan tempat hiburan untuk orang dewasa lainnya. Kalau tidak, jangan menyesal kalau anaknya sampai terjaring razia.


Razia semacam ini Minggu (8/7 2012) dini hari digelar di diskotik Station dan Kowloon. Sebanyak 40 orang pengunjung  yang dicurigai di bawah umur digiring ke Kantor Satpol PP untuk diinterogasi.

Sejak pukul 01.00 WIB, puluhan petugas Satpol PP langsung bergerak cepat ke diskotik Kowloon di komplek pusat perbelanjaan Delta Plaza. Tiap pengunjung di Kowlon langsung dimintai identitas diri.
Dari razia di Kowloon, ada 13 pengunjung yang dicurigai sebagai pengunjung di bawah umur ketika dilihat dari raut mukanya yang masih muda.

Setelah dari Kowlon, petugas langsung bergeser ke diskotik Station di kawasan Tunjungan Plaza. Di sini 27 pengunjung yang tidak memiliki identitas  langsung digelandang ke kantor Satpol PP. 

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Irvan Widyanto menegaskan, pada razia kali ini, sasarannya adalah pengunjung hiburan dewasa yang masih di bawah umur.  Razia ini merupakan upaya Satpol PP dalam menegakan Perda nomor 6 tahun 2011 tentang penyelenggaraan perlindungan anak.

Namun siapa pun yang tidak membawa KTP ataupun identitas lainnya, juga ikut diciduk. Mereka dibawa ke kantor Satpol PP untuk mencari tahu usia mereka yang sebenarnya.

Untuk memastikan usia mereka, orantua mereka pun diundang datang ke kantor Satpol PP. Kalau tidak ada orangtua, teman yang ditunjuk tersangka yang didatangkan.

Namun setelah didatangkan orangtua maupun teman mereka ternyata terbukti  bukan pengunjung dibawah umur sehingga merekapun dilepaskan Satpol  PP.