Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Rabu, 11 Juli 2012

Hadapi Sanksi Pencemaran Kali Surabaya, PG Gempolkrep Melakukan Perlawanan


Inilah contoh buruk yang ditunjukan perusahaan negara kepada masyarakat. Meskipun terkena sanksi  tak boleh beroperasi oleh Pemprov Jatim  karena mencemari Kali Surabaya, Pabrik Gula Gempolkrep bersikeras mengoperasikan kembali pabriknya. Padahal pabrik ini belum dilengkapi instalasi pengolah limbah seperti yang dipersyaratkan Pemprov.

Pengoperasian kembali PG di bawah naungan PTPN X itu diketahui setelah tim dari BLH Jatim dan Polda turun ke lokasi pabrik Jumat, 6 Juli lalu. Selain beroperasi kembali, pabrik itu ditemukan tetap membuang limbah sembarangan. Limbah tampak terecer di media lingkungan, halaman pabrik, dan rumah dinas pabrik.

"Tindakan tersebut jelas menyalahi aturan dan melanggar hukum. Bahkan itu bisa langsung diproses dan dipidanakan," tegas Kepala BLH Jatim Indra Wiragana ketika hearing dengan Komisi A DPRD Jatim, Selasa (10/7/2012). Hearing dipimpin langsung Ketua Komisi A DPRD Jatim Sabron Djamil Pasaribu dan dua Wakil Ketua, Kusnadi dan Markus Remiasa. Selain BLH, hadir juga perwakilan Balai Besar Teknik Kementrian Kesehatan di Surabaya.

Tim BLH langsung merespon dengan berusaha melakukan pemberkasan dengan mengambil dan mengamankan barang bukti. Namun tiba-tiba datang ratusan massa petani tebu menyerbu masuk lokasi pabrik. Massa langsung merusak barang bukti.

Seorang petugas dari Polda  terpaksa mengacungkan pistol untuk membuyarkan massa. Melihat itu, massa akhirnya semburat dan tidak jadi melakukan kekerasan fisik. "Tapi semua barang bukti sudah rusak semua," tambah Indra.

Sementara itu Direktur Ecoton Prigi Arisandi seusai bertemu dengan Gubernur Soekarwo Senin (9/7/2012) sekitar pukul 12.00 di Kantor Gubernur Jl. Pahlawan mengungkapkan dalam pertemuan itu pihaknya telah mengajukan lima usulan kepada Gubernur.

Salah satu di antaranya adalah menetapkan PG Gempolkrep sebagai pelaku dan penyebab kematian ribuan ikan di Kali Surabaya pada 26-30 Mei 2012. Selain itu ia meminta Gubernur memediatori pertemuan  antara Ecoton dan PTPN X untuk menetapkan besarnya dana jaminan pemulihan lingkungan hidup dan dana penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan serta pemulihan lingkungan hidup

Prigi menegaskan, jika usulannya tersebut tidak diakomodir Gubernur, maka Ecoton akan melakukan upaya-upaya hukum..
Sumber: http://surabaya.tribunenews.com

Tidak ada komentar: