Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Kamis, 12 Juli 2012

Ecoton Ajak Warga Lakukan Gugatan Class Action Bagi Pencemar Kali Surabaya


Daripada mengharapkan Pemprov melakukan gugatan ke pencemar Kali Surabaya, Direktur Ecoton, Prigi Arisandi memilih mengajak warga untuk melakukan gugatan class action. Kalau ada yang mau urunan ia siap menyeret para pelaku pencemaran Kali Surabaya ke meja hijau.

“Mestinya orang surabaya juga bisa melakukan gugatan class action atau gugatan perorangan begitu tahu air sungainya tercemar,” ujar Prigi Arisandi dalam bincang-bincang dengan Surabaya Raya di inbox  FB Rabu 11 Juli 2012 malam.

Menurut dia,  banyak para professional yang punya duit  tidak tergerak melihat Kali Surabaya tercemar limbah pabrik.  “Mustinya kalo ada niat mereka bisa patungan recehan satus ewuhan utk melakukan gugatan, tapi tampaknya mereka udah ilang sensenya,” jelasnya.

Prigi mengatakan Gubernur Jatim seharusnya lebih cerdas menyikapi pencemaran kali Surabaya. Karena pada undang-undang nomor 32 tentang perlindungan pengelolaan lingkungan hidup Pasal 90 ayat 1 menegaskan pemerintah memiliki kewenangan untuk menggugat pelaku pencemaran. “Pemerintah itu memiliki kewenangan untuk menggugat,” ujarnya.

Tapi faktanya ini tak dilakukan oleh Pemprov. Tiga perusahaan yang ditemukan mencemari Kali Surabaya, dua di antaranya pabrik tepung PT Alu Aksara Pratama dan pabrik kertas  PT Tjiwi Kimia, dimaafkan. Sedangkan Pabrik  Gula  Gempolkrep  hanya diberi surat peringatan dan diminta menutup pabrik selama belum memiliki instalasi pengolah limbah.

Menurut Prigi, ini sebuah langkah mundur yang dilakukan oleh Gubernur. Menurutnya ada 3 hal yang seharusnya dipertimbangkan lebih cerdas oleh Soekarwo. “Kondisi kali surabaya yang rapuh, ekosistem kali terganggu dengan matinya ribuan ikan, dan air Kali Surabaya digunakan sebagai bahan baku air minum,” ujarnya.

Tidak ada komentar: