Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Jumat, 27 Juli 2012

Buruh Ancam Sweeping Perusahaan Tak Bayar THR



Kalangan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Jawa Timur dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) mengancam akan melakukan sweeping terhadap perusahaan-perusahaan yang tak memberikan THR kepada buruhnya.

Menurut koordinator Aliansi Buruh Jatim, Jamaludin, aksi sweeping ini baru dilakukan pihaknya setelah melakukan tahapan seperti somasi, demonstrasi serta dilaporkan ke pengawas dinas tenaga kerja.

"Jika tetap tidak diberikan hak buruh yakni THR maka baru kita akan lakukan sweeping dan pendudukan perusahaan hingga dibayar," tegasnya kepada wartawan di LBH Surabaya, Jalan Kidal, Jumat (27/7/2012).

Selain akan melakukan sweeping, organisasi buruh itu membuka posko pengaduan THR serta bekerjasama dengan ombudsmen Jatim untuk menangani jika ada kasus atau laporan THR.

"Kita juga membuka layanan call center dan sms center yang kita harapkan bisa digunakan para buruh. Jika ada laporan yang masuk akan kita lakukan verifikasi terlebih dulu," imbuhnya.

Jamal mengungkapkan, aksi sweeping perusahaan terkait pemberian THR kepada buruh akan difokuskan di kawasan industri. Alasannya, banyak ditemukan pelanggaran yang dilakukan perusahaan terutama terhadap buruh pabrik yang tidak menerima THR.

Kebanyakan Buruh Outsourcing
Kasus buruh yang tidak menerima THR diperkirakan mengalami peningkatan sekitar 30 persen dibanding tahun 2011 lalu. Selain itu, ditemukan juga modus baru yang dilakukan perusahaan untuk menghindari pembayaran THR.

Dari data Posko THR yang dibentuk oleh Aliansi Buruh Jawa Timur, LBH Surabaya dan FSPMI, pada 2011 telah terjadi pelanggaran THR terhadap sedikitnya 19.603 buruh di 52 perusahaan yang berlokasi di Jatim.

"Pelanggaran paling banyak terjadi di Sidoarjo disusul Surabaya, Mojokerto dan Gresik," kata koordinator Aliansi Buruh Jatim, Jamaludin kepada wartawan di LBH Surabaya, Jalan Kidal, Jumat (27/7/2012).

Jumlah perusahaan yang melakukan pelanggaran di wilayah Sidoarjo sebanyak 19 perusahaan, Surabaya 16 perusahaan, Mojokerto 13 perusahaan, Gresik 13 perusahaan dan 1 perusahaan di Pasuruan.

Dari jumlah perusahaan yang melanggar terdapat 19.603 buruh yang tidak mendapatkan THR, diantaranya statusnya sebagai pekerja outsourcing sebanyak 18.000 orang, 1.599 pekerja kontrak, dan 4 pegawai tetap.

"Tahun lalu kami berhasil membantu 125 pekerja untuk mendapatkan THR dari 4 perusahaan yang tersebar di Surabaya sebanyak 3 perusahaan dan 1 di Pasuruan," imbuhnya.

Sedangkan pola dan modus perusahaan untuk menghindari pembayaran THR ke pegawai, Jamal mengungkapkan pihaknya mencatat ada 9 pola diantaranya, buruh outsourcing maupun pekerja harian lepas tidak diberi THR, karena status mereka yang bukan karyawan tetap.

Kemudian THR dibayarkan kurang dari ketentuan, dengan dalih perusahaan tidak mampu membayarnya. Serta THR dipotong karena tidak masuk kerja maupun THR dibayarkan dengan cara dicicil atau THR diberikan dalam bentuk barang bukan uang.

"Bahkan ada juga perusahaan yang sengaja mem-PHK buruh kontrak, outsourcing menjelang lebaran dan tahun ini kita sudah temukan di Sidoarjo ada 5 pabrik yang memPHK 300 buruh outsourcing," tandas Jamal.

Tidak ada komentar: