Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Selasa, 19 Juni 2012

Tri Rismaharini Gagal jadi Walikota Terbaik Dunia


Ini mungkin berita yang kurang menggembirakan bagi warga Surabaya. Walikota Surabaya, Tri Rismaharini gagal maju ke babak selanjutnya pemilihan Walikota terbaik dunia versi Lembaga City Mayors Foundation.

Selain Risma, para kepala daerah dari Indonesia yang gagal masuk 25 besar Walilota terbaik adalah Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, dan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajudin. Mereka hanya masuk daftar 77 nominasi awal.

Kepala Daerah dari Indonesia yang berhasil masuk 25 besar adalah Walikota Solo yang kini maju dalam pemilihan Gubernur DKI. Ia lolos bersama 5 kepala daerah dari Asia lainnya.

Kenapa Risma sampai gagal? Mungkin salah satunya karena ia kurang mendukung penegakan hukum di kotanya. Sebagai contoh saat ini ada beberapa pejabat Pemkot Surabaya yang terlibat kasus korupsi dan pungutan liar dan statusnya menjadi tersangka belum dinonaktifkan. Bahkan beberapa pejabat sudah diputuskan bersalah oleh MA masih belum ditahan dan tidak ada pernyataan resmi dari Pemkot tentang nasib para pejabat itu.

Risma juga lemah dalam berkomunikasi. Ia sering tidak menggubris permohonan dari ormas-ormas untuk melakukan audiensi. Dalam hal ini ia sangat pilih-pilih siapa yang akan ditemui berdasarkan pemikiran orang-orang yang dipilihnya menjadi pagar betis. Padahal ia seharusnya bersikap terbuka terhadap semua elemen kota.

Selain itu ia juga sering tidak memenuhi undangan-undangan acara yang diselenggarakan oleh berbagai kelompok dalam masyarakat. Misalnya seperti acara Bung Tomo Award. Ia bahkan tak mengirim wakil Pemkot sama sekali. Padahal acara ini untuk mengenang jasa pahlawan nasional, Bung Tomo, dari Surabaya. Gubernur Jatim saja mengutus wakilnya menghadiri acara teersebut.

Tampaknya Risma hanya mau menghadiri acara-acara yang bisa mendongkrak namanya saja. Misalnya yang diselenggarakan oleh media massa sehingga ia mendapatkan banyak publikasi.

Ia juga tampaknya kurang selektif memilih stafnya. Banyak pejabat yang kurang kredibel dan kurang cakap masih dipertahankan.
Sebetulnya sebagai Walikota ia punya prestasi yang baik dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan membangun dan merawat taman-taman kota. Dan sebagai kepala daerah ia berpenampilan cukup sederhana. Namun ia masih memiliki problem komunikasi
Sumber:  merdeka.com

Tidak ada komentar: