Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Selasa, 19 Juni 2012

Pembangunan Jalan-Jalan Baru di Surabaya Terganjal Pembebasan Lahan


Jalan MERR II C

Kemacetan lalu-lintas jalan-jalan tengah kota Surabaya dikhawatirkan masih akan menjadi masalah yang krusial dalam jangka lama. Ini karena sampai sekarang pembangunan jalan-jalan alternatif masih terganjal pembebasan lahan.

Pembangunan jalan-jalan alternatif yang masih terganjal pembebasan lahan itu di antaranya  jalan  frontage  Ahmad Yani,   Middle East Ring Road (MERR) IIC, pelebaran jalan akses Surabaya Sport Centre (SSC), Jl. Wiyung, jalan di Gunung Anyar, sebagian Jl. Banyu Urip, dan lainnya yang total beayanya mencapai Rp165 miliar.
Jalan-jalan ini kalau berhasil diselesaikan dengan cepat akan sangat membantu mengurangi beban jalan-jalan tengah kota seperti Jl. Ahmad Yani, Jl. Urip Sumoharjo, Jl Basuki Rakhmad, Jl. Gubernur Surjo, dan Jl. Residen Sudirman

Namun yang sudah beres pembebasan lahannya pun seperti bagian jalan tembus ke Suramadu antara Jl. Tambangboyo – Jl. Bronggalan tidak dikerjakan hingga bertahun-tahun. Banyak lahan yang sudah dibebaskan karena jalannya tak kunjung dibangun  akhirnya dipagari lagi oleh mantan pemiliknya.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya, Erna Purnawati, menuturkan, pembebasan lahan memang membutuhkan waktu yang lama. Pasalnya, pihaknya harus melakukan sosialisasi ke masyarakat, apraisal tanah dan rumah, hingga soal status tanah.

“Ada juga susah adalah soal status tanah karena masalah legalitasnya. Setelah semua permasalahan selesai tinggal diperiksa oleh masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Dan ini juga membutuhkan waktu yang lama,” ujar Erna, Rabu (23/5/2012).

Sebenarnya, kata Errna,  ada pembebasan yang tidak memerlukan Percepatan Pembebasan Tanah (P2T) yaitu pembebasan lahan di bawah Rp1 miliar. Cukup instansi terkait yang mengurusi pembebasan sehingga lebih cepat prosesnya. “Itu seperti saat pembebasan lahan di proyek box culvert Banyu Urip,” jelasnya.

Lambatnya  pembebasan lahan ini bisa dilihat pada proyek pemkot di Gunung Anyar. Sebanyak 255 persil atau 255 pemilik rumah, yang sudah beres hanya 16 persil.

Selain itu pembebasan lahan di kawasan Wiyung terkait proyek pelebaran jalan juga menemui kendala. Ada 17 persil di Kelurahan Jajar Tunggal, 51 persil untuk Kelurahan Wiyung dan 76 persil untuk di Kelurahan Babatan.

Sedangkan yang di Jajar Tunggal dan Wiyung sebagian besar sudah dilakukan pembayaran pembebasannya. Di Jajar Tunggal, hanya ada satu persil yang belum tersentuh. Padahal, persil itu berada di tengah-tengah lahan yang sudah dibebaskan.
Sumber: sindo