Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Sabtu, 16 Juni 2012

Nilai Unas SD di Jatim Fantastik Banyak Yang Rata-Ratanya Mendekati 10


Berbeda dengan yang telah direlease oleh media-media online sebelumnya ternyata nilai tertinggi Unas untuk SD di Jawa timur bukanlah 24-25 tapi di atas 29. Kalau dalam pemberitaan sebelumnya nilai rata-rata tertinggi hanya sekitar 8 untuk setiap mata pelajaran yang diunaskan, data yang sesungguhnya menunjukan banyak pelajar SD yang nilai rata-ratanya mendekati 10. 


Yang fantastik 5 siswa memiliki nilai total 29,75, empat siswa dengan 29,60 dan yang terbanyak adalah pemilik nilai 29,55 yang mencapai 77 siswa. Selain total, kesamaan nilai juga terlihat per kolom mapel dari 3 bidang studi yang diujikan, Bahasa Indonesia (9,80), Matematika (9,75) dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yaitu (10,00)

Sementara untuk Surabaya tercatat, ada 12 siswa di 10 sekolah memiliki nilai 29,55. Dari nilai tersebut, tiga siswa di satu sekolah yang sama, SDN Ketabang I/288 yang terakumulasi dari nilai tiga mapel ujian yang juga serupa.

Namun nilai-nilai yang fantastik ini justru menimbulkan tandatanya di kalangan akademisi. “Saya melihatnya kok ada semacam desain besar yang memang ditujukan untuk menunjukkan prestasi melalui angka atau nilai hasil UN,” kritik pengamat pendidikan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Dra. Tuti Budi Rahayu mengomentari kembaran nilai yang terurut hingga perankingan siswa dan sekolah terbaik di UN tingkat SD 2012, Jumat (15/6) pagi.

Menurut Tuti, indikasi seperti ini sangat berpotensi pada sistem yang semu dan bernuansa curang. Artinya, penekanan kualitas pendidikan hanya diukur dengan bagusnya nilai dan tingginya ranking perolehannya.
“Ini tak ubahnya One Dimentional Man and Society, pendidikan kita terbelenggu. Sepertinya sudah tidak ada alternatif lagi, selain membuat nilai sebagus mungkin. Anggapannya, itu adalah prestasi, tapi semu,” tutur 

Dosen Ilmu Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair yang lebih mengamati perkembangan pendidikan Indonesia ini.   

Apakah fenomena nilai kembar ini mengindikasi kecurangan ? “Pasti itu !” tukas Tuti. Alasannya, potensi kecurangan tersebut lebih pada aspek memberikan kecurangan dan mengajarkan tentang kecurangan. “Ini kan bahaya? Karena, generasi mendatang adalah anak di usia SD ini? Kalau sudah begini, bagaimana nanti ke depannya? Selama tidak perubahan mendasar, selamanya pula akan seperti ini,” tandasnya.

Untuk itu, ia menyarankan, antisipasi dini adalah peran keluarga sebagai unsur terdepan melakukan penguatan pada pendidikan anak. Sebab, dengan kondisi seperti ini, sama halnya dengan pemerataan pendidikan yang semu. “Pemerintah dalam pendidikan tidak memiliki konsep dan visi yang jelas,” katanya.
Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan (Dispendik) menanggapi diplomatis. “Ini menandakan ada pemerataan pendidikan dalam proses pembelajaran siswa SD di Jatim,” ungkap Kadispendik Jatim, Harun terpisah.

Sebelumnya data yang beredar nilai unas 10 besar perolehan Unas di Jatim adalah sebagai berikut:
1. Kota Mojokerto (25,93)
2. Kabupaten Sidoarjo (25,78)
3. Kabupaten Mojokerto (25,25)
4. Kabupaten Lamongan (25,21)
5. Kabupaten Tulungagung (25,08)
6. Kabupaten Madiun (24,91)
7. Kabupaten Nganjuk (24,52)
8. Kabupaten Gresik (24,34)
9. Kota Malang (24,38)
10. Kota Madiun (24,12)

Data Terbaru:

1. M Daffan Reynarah Apriyanto 29,75 dari SDN Klojen Kota Malang
2. Dhiyah Alya Salsabila 29,75 dari SDN Kedanyang Gresik
3. Yolanda Rifah Elvina 29,75 dari SDN Karangrejo 02 Kab Jember
4. Zulqornain Raka Patria dari SDN 29,75 Karangrejo 2 Kab Jember
5. Yuska Azmi 29,75 SDN Karangrejo 2 Jember
6. Amanda Azumi Azalia 29,60 SDB Perak Barat Surabaya
7. Defi Dwi Armawati 29,60 SDN Cendono Kabupaten Kediri
8. Wahyu Purwito 29,60 SDN YBPK Purworejo Kabupaten Kediri
9. Iqbal Nafis Musyaffa 29,60 SDN Ngunut Tulungagung
10 Revaldy Putra Aghata 29,60 SDN Ketabang Surabaya.

sumber:
surabayapost.co.id, surabayatribunnews.com