Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Selasa, 26 Juni 2012

Mayoritas Siswa Wajib Belajar Masih Harus Bayar Mahal untuk Pendidikan


Sekitar 70% siswa SMP di Surabaya terpaksa mendapatkan pendidikan dengan beaya mahal. Ini karena keterbatasan bangku yang tersedia di Sekolah Menengah Pertama Negeri yang bebas beaya. Sementara di antara mereka mungkin kebanyakan justru berasal dari kalangan bawah.

Seperti diketahui berdasarkan data dari ppdbsurabaya.net dari 45.822 orang siswa SD yang mengikuti Unas tahun 2012, hanya sekitar 14.047 yang bisa diserap SMPN sesuai bangku yang tersedia. Mereka yang tidak diterima harus rela membayar uang gedung yang mahal agar bisa melanjutkan sekolah ke jenjang SMP.

Dana APBD kota Surabaya yang telah dialokasikan untuk pendidikan mencapai 30%. Ini mencapai Rp 1,4 triliun. Mungkin distribusinya perlu diperbaiki agar dana ini benar-benar bisa digunakan untuk menggratiskan pendidikan 9 tahun untuk mereka yang benar-benar membutuhkan.

Sebetulnya sekolah-sekolah SMP swasta juga menerima bos. Tapi dengan dalih tidak mencukupi sekolah-sekolah SMP hanya membebaskan siswa dari SPP.  Sementara mereka tetap menarik uang gedung/uang investasi yang dari tahun ke tahun selalu meningkat.


Seperti misalnya yang biasanya menarik uang gedung Rp 800.000,  tahun ini menaikannya menjadi Rp 1.125.000. Yang semula uang pembangunannya Rp  1 juta naik menjadi Rp  1,5 juta. Selain itu SMP yang biasanya memberikan kelonggaran bagi orangtua untuk mencicil pembayaran uang gedung, tahun ini mewajibkan bayar tunai. 

Tidak ada komentar: