Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Sabtu, 02 Juni 2012

Gubernur Jatim Minta Polisi Selidiki Pencemaran Kali Surabaya

Gubenur Jatim Soekarwo mulai terusik dengan berita-berita pencemaran Kali Surabaya yang menjadi bahan baku air minum untuk warga Surabaya dan sekitarnya. Ia memerintahkan Polda Jatim untuk melakukan penyelidikan. Karena pihak kepolisian yang berwenang melakukan penyidikan.

Subdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim mengaku akan memulai penyelidikan. Tapi  ia buru-buru mengatakan, tidak menutup kemungkinan penyelidikan ini membutuhkan waktu cukup lama. Hal ini karena begitu kasus pencemaran mencuat di media, pabrik yang dibidik akan tiarap.


5 Perusahaan
Selama ini pencemaran dari waktu ke waktu terus terjadi. Pada tahun 2009 lalu, menindaklanjuti temuan dari patroli bersama  pihak Perum Jasa Tirta, Ecoton dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jatim telah ditemukan lima perusahaan mencemari Kali Surabaya.


"Limbah cair yang diubang perusahaan itu membuat Kali Surabaya tercemar melebihi ambang batas baku mutu," ujar Kanit Idik IV Satreskrim Polwiltabes Surabaya, AKP Agung Marlianto, kepada wartawan di mapolwiltabes, Jalan Taman Sikatan, Rabu (15/4/2009).


Kelima perusahaan itu, kata Agung, adalah PT Platinum Ceramics Industry (PCI) di Jalan Matrip Karangpilang, PT Surabaya Agung Kertas (SAK) di Jalan Raya Driyorejo, Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kedurus di Jalan Mastrip, PT Suparma di Jalan Mastrip dan PT Titani Alam Semesta (TAS) di Jalan Raya Tenaru - Driyorejo.


Tindak pencemaran yang dilakukan masing-masing perusahaan adalah PT PCI mencemari Kali Surabaya karena ceceran bahan baku dari gudangnya tercampur air hujan sehingga terbawa menuju Kali Surabaya. Waste Water Treatment (WWT) PT SAK rusak sehingga air limbah yang dibuang masih mengandung bahan-bahan berbahaya.


Untuk RPH membuang sisa pencucian jerohan, darah dan sisa penyembelihan hewan langsung ke Kali Surabaya. Sedangkan PT Suparma diangap mencemari Kali Surabaya karena Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) nya bocor. Dan yang terakhir adalah PT TAS membuang air blow down yang berasal dari unit ketel langsung ke Kali Surabaya.


"Semuanya terbukti mencemari Kali Surabaya setelah sampel airnya kami uji lab kan di laboratorium Perum Jasa Tirta," tambah Agung.


Agung lebih lanjut mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh kelima perusahaan tersebut sungguh tidak bisa ditoleransi. Pasalnya, lanjut Agung, air di Kali Surabaya merupakan bahan baku air bersih bagi PDAM Surabaya.


Karena itu ke lima perusahaan itu dijerat dengan dengan pasal berlapis. Yakni pasal 43 (1) UU No 23/1997 tentang pengelolaan LH, jo pasal 27 (2) UU No 5/1984 tentang perindustrian, jo pasal 24 dan 95 huruf a UU 7/2004 tentang sumber daya air.

Tak Layak Konsumsi
PJ Gubernur Jatim Setya Purwaka saat melakukan sidak di Kantor Perum Jasa Tirta I, Jalan Karah Agung, Surabaya, Selasa (20/1/2009) mengatakan, air Kali Surabaya yang digunakan warga Kota Pahlawan ternyata sangat tidak layak dikonsumsi. Padahal, setiap tahunnya, sekitar 300 juta meter kubik air kali itu menjadi salah satu sumber bagi warga di Kota Surabaya, Gresik dan Sidoarjo.


"Memang air Kali Surabaya kualitasnya menurun, dan ambang batas mutu air melebihi yang telah ditetapkan. Zat organik yang terkandung dalam air Kali Surabaya sekitar 5 miligram per liter. Padahal, ambang batasnya 2 miligram per liter," kata Setya Purwaka.


Tercemarnya dan menurunnya kualitas air Kali Surabaya menurut Setya, karena ulah manusia itu sendiri. Di sepanjang bantara Kali Surabaya terdapat sekitar 21.930 keluarga yang mendirikan hunian dan 87 pabrik. Sumber pencemaran Kali Surabaya disumbang sampah rumah tangga sebanyak 60 persen dan Industri serta lain-lainnya 40 persen.


Ketika ditanya lebih lanjut mengenai sanksi terhadap masyarakat atau pabrik yang membung limbah ke Kali Surabaya, Setya hanya menghimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah atau limbah ke kali.


"Untuk menjaga kualitas air Kali Surabaya tetap layak dikonsumsi dan tidak tercemar, kami menghimbau warga tidak membuang sampah ke kali dan kepada perusahaan sebelum membuang limbahnya ke Kali Surabaya, terlebih dahulu limbahnya diolah," tuturnya.


Rencananya, tahun 2009 ini Pemprov Jatim akan membangun 29 instalasi pengolahan limbah dan penjernihan air.


Sementara itu, Direktur Utama Perum Jasa Tirta I Surabaya Tjuk Walujo mengakui kondisi kualitas air Kali Surabaya rendah. Penurunan kualitas air tersebut menurutnya disebabkan karena ulah manusia dan proses alam. Seperti pembuangan limbah yang tidak terkendali dan berkembangnya hunian di bantaran kai Surabaya.


Dengan kondisi lingkungan seperti itu, di masa datang akan menghadapi masalah yang cukup berat dalam pemenuhan kebutuhan penyediaan air baku khususnya bagi PDAM.


"Perum Jasa Tirta I Surabaya akan melakukan monitoring kualitas air, pengencaran, pengerukkan dan pembersihan sampah atau gulma sungai. Secara bertahap kami juga akan melakukan perbaikan sanitasi melalui pembanguna IPAL (instalasi pengolahan air limbah) komunal untuk pemukiman di sepanjang bantaran sungai," jelasnya.
Sumber: http://surabaya.detik.com