Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Jumat, 08 Juni 2012

Gubernur Harus Beri Sanksi Berat pada Pencemar Kali Surabaya

Lembaga Konservasi Lahan Basah atau Ecoton mendesak Gubernur Soekarwo memberi sanksi berat terhadap Pabrik Gula Gempolrep yang sudah terbukti limbahnya mencemari Kali Surabaya.

Direktur Ecoton Prigi Arisandi mengatakan, sanksi berat harus diberikan agar pabrik gula di Mojokerto tersebut tidak mengulangi perbuatan membuang limbah ke Kali Surabaya.
"Kalau hanya surat peringatan, itu tak menjamin mereka (industri pencemar) itu tak akan mengulangi perbuatannya," tegasnya, Kamis (7/6/2012).

Berita Terkait:
Pemprov Lebay Pencemar Kali Surabaya.Hanya Diperingatkan
Gubernur Jatim Minta Polisi Selidiki Pencemaran Kali Surabaya
Gubernur Jatim Berjanji Tindak Industri Pencemar
Industri Cemari Kali Surabaya PDAM Kewalahan
Pemprov Jatim Mandul LSM Bergerak

Apalagi dampak pencemaran yang ditimbulkan dari limbah PG GK sangat luar biasa. Selain membuat ribuan ikan dan lima sapi mati, pencemaran limbah cair juga menyebabkan ekosistem di sungai tersebut menjadi rapuh karena kelebihan beban. Padahal airnya digunakan sebagai bahan baku air PDAM Surabaya dan Gresik.


Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, Ashari Mardiono mengakui, pencemaran Kali Surabaya sangat merugikan dan mengancam kesehatan masyarakat, serta merusak lingkungan dan menganggu ekosistem Kali Surabaya. "Ya pasti terganggu. Pencemaran ini sudah melampaui batas, tapi kami tetap berupaya sekuat tenaga menjaga kualitas air produksi," kata Ashari.

Untuk mengatasi pencemaran yang berat, kata  Ashari, PDAM melakukan beberapa langkah di antaranya mengoptimalkan prasedimentasi, koagulasi-flokulasi, sedimentasi, filtrasi dan desinfeksi.
Selain itu juga dilakukan peningkatan pemakaian bahan additif antara lain alumunium sulfat, gas chloor, kaporit, poly elektrolit, kaolin, cupri sulfat, karbon aktif dan lain-lain untuk menghilangkan kekeruhan, warna dan aroma bau.

Juga diperlukan peningkatan frekuensi pencucian fiter dan melakukan pencucian pipa/ flushing pada jaringan distribusi daerah terdampak. "Ini bisa mengakibatkan problem lokal (pendistribusian air ke masyarakat)," katanya.

Dengan kondisi tersebut, pasti membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan biaya sehari-hari dengan kondisi normal. Namun Ashari enggan membeberkan kerugian yang diakibatkan dari pembuangan limbah ketiga pabrik tersebut terutama PG Gempolkrep yang pembuangan limbahnya diatas baku mutu yang telah ditetapkan.

"Saya pikir PDAM Surabaya adalah perusahaan yang melayani masyarakat. Tidak etis kalau kita menjelaskan berapa kerugiannya. Ini lebih dari sekedar rugi. Ini membahayakan banyak pihak. Jangan sampai rugi sekian miliar terus dikasih ganti rugi, kita menjadi diam," tegasnya.

Kepala Divisi Hilir Perum Jasa Tirta Syamsul Bahri mengatakan, pada hasil tes yang dilakukan sepanjang Mei, hasil pengetesan DO (oksigen terlarut) air di Tambang Jrebeng pada awal Mei 5,2 (sangat bagus), karena ukuran normal oksigen terlarut di dalam air adalah 4. Sementara pada 26 Mei DO anjlok hanya 1,9, pada tanggal 27 Mei tercatat 3,4 dan pada 28 Mei tercatat 1,9.

Untuk standar Coliform adalah 5.000 MPN/100 ml dan Fecal Coliform 1.000 MPN/100 ml. Namun pada saat terjadi pencemaran masing-masing menjadi.  Sedangkan Total Coliform dari 2.400 menjadi 930 dan Fecal Coliform dari 430 tetap 430.

"Kita langsung melakukan upaya seperti penambahan debit pengeceran sebesar 10m3/detik, sehingga meningkatkan debit kali Surabaya dari 30m3/detik menjadi 40 m3/detik. Dan pengaturan pintu air di Gunungsari dan Jagir guna mempercepat pembuangan air limbah," jelasnya.

http://surabaya.detik.com
http://surabaya.tribunnews.com
http://www.surabayapost.co.id