Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Jumat, 29 Juni 2012

Gerakan Galang Koin Pembangunan Gedung KPK di Surabaya


Sejumlah pengacara di Surabaya menggelar aksi pengumpulan koin untuk pembangunan Gedung KPK. Untuk itu mereka rela turun ke jalan berpanas-panas di perempatan Jalan Polisi Istimewa-Jalan Raya Darmo-Jalan Dr. Soetomo.


Dengan mengenakan dasi dan membawa kotak yang bertuliskan 'Koin Untuk Pembangunan Gedung KPK', mereka  ‘menodong’ para pengendara agar mau memberikan uang recehannya.

Hendri Rusdianto, koordinator aksi, mengatakan aksi ini sengaja dilakukan sebagai sindiran atas penolakan DPR RI untuk menyetujui pemberian dana pembangunan gedung KPK. Dalam aksinya itu, para pengacara ini juga membawa berbagai poster berisi sindiran terhadap wakil rakyat DPR RI, yang berisi diantaranya, 'Tugas KPK Tangkap dan Penjarakan Bendenggik-bendenggik'.

"Pembangunan gedung ini sangat penting bagi operasional KPK ke depannya," katanya di sela-sela aksi, Jumat (29/6/2012).

Aksi yang dilakukan pengacara ini menarik perhatian pengguna jalan dan sebagian di antaranya memberikan sumbangan. "Berapapun uang yang kita hasilkan hari ini, akan kita kirimkan ke Jakarta," imbuh Hendri.

Gerakan ini berawal dari sikap DPR RI yang enggan menyetujui dana pembangunan gedung KPK yang sudah overloaded sehingga banyak karyawan KPK yang harus dititipkan ke instansi-instansi pemerintah. Padahal pemerintah sudah menyediakan dana tersebut. Akibat sikap DPR RI itu, realisasi pembangunan gedung KPK hampir lima tahun terganjal.

Kenyataan ini membuat kalangan KPK gregetan. Salah seorang komisaris KPK, Busyro Muqqodas mengancam akan mengadakan aksi pengumpulan koin untuk pembangunan gedung tersebut. dan Ketua MK, Mahfud MD menyatakan sumbangan dari aksi pengumpulan koin bukan gratifikasi tapi disebut hibah kepada negara yang tidak melanggar hukum.

sumber: surabaya.detik.com