Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Senin, 04 Juni 2012

Bonek Lagi, Tragedi Lagi


Pasca pertandingan Persebaya 1927 Vs Persija pada liga lanjutan IPL Minggu (3/6/2012), seorang bonek tewas. Diduga dia terinjak-injak saat terjadinya kerusuhan antara suporter Persebaya dengan petugas kepolisian di dalam Stadion Gelora 10 November. Bonek naas tersebut bernama Purwo Adi Utomo alias Tommy warga Babadan Rukun VI. Sekarang ini jenasahnya sudah dimakamkan.

Kerusuhan bermula dari lemparan botol air mineral ke arah polisi yang ada di tengah lapangan yang dibalas dengan lemparan juga oleh polisi. Lalu kerusuhan ini berlanjut dengan penembakan gas air mata ke tribun ekonomi sisi selatan VIP. Tak lama kemudian, polisi lainnya juga menembakkan gas air mata ke arah suporter yang berada di sisi utara VIP.

Tembakan gas air mata itu membuat suporter kocar-kacir. Dikabarkan banyak suporter yang pingsan dan sebagain luka robek di bagian kepalanya. Bahkan, ada orang tuanya yang terlepas dengan putrinya, karena panik. Kabar kehilangan seorang putri itu disampaikan panitia melalui pengeras suara. Kejadian inilah yang diduga membuat Tommy tewas terinjak-injak.


Sekumpulan bonek yang berhamburan keluar stadion setelah terjadinya tembakan gas air mata, melampiaskan kekesalan mereka dengan merusak mobil polisi. Mobil sedan naas itu milik Satlantas Polrestabes Surabaya yang sedang melintas di dekat Tambaksari VII. Polisi yang berada di dalam mobil langsung melarikan diri ke arah stadion, sedangkan mobil yang ditinggalnya menjadi bulan-bulanan dan nyaris dibakar massa. Yang menjadi pertanyaan kenapa kerusuhan bisa terjadi. Padahal Laga lanjutan Indonesia Primer Liga (IPL) antara Persebaya vs Persija itu  mendapat pengamanan ketat dari 1.500 Personel gabungan Polri-TNI.

Buntut dari kerusuhan itu membuat izin pertandingan Persebaya IPL dibekukan hingga waktu yang belum ditentukan. Hal ini diungkapkan oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Tri Marianto kepada wartawan di kamar jenazah RSU dr Soetomo, Minggu (3/6/2012).

Walikota Surabaya Tri Rismaharini mendukung langkah Polrestabes Surabaya yang tidak mengizinkan pertandingan sepakbola di Surabaya. Bahkan, Risma melarang Persebaya 1927 maupun Persebaya Divisi Utama menggunakan Stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari, karena sedang direnovasi akibat kerusuhan itu. Risma mempersilahkan, jika ingin menggelar pertandingan di Gelora Bung Tomo (GBT) Pakal, selama Gelora 10 Nopember Tambaksari masih dalam perbaikan.

Mantan Kepala Bappeko Kota Surabaya itu menegaskan, untuk sementara ini, Gelora 10 Nopember tidak diperkenankan untuk pertandingan sepakbola baik Persebaya 1927 maupun Persebaya Divisi Utama. "Ya semuanya. Silahkan kalau mau pakai Gelora Bung Tomo," terangnya.

Ada rencana, pada perbaikan Gelora 10 Nopember nanti, juga akan dipasang CCTV di sekitar stadion. "Insya Allah tahun ini. Bukan hanya Gelora 10 Nopember saja, tapi juga Gelora Bung Tomo," jelasnya.

Bukan kali ini saja terjadi tragei yang diakibatkan ulah bonek. Tahun ini saja terjadi tiga insiden yang melibatkan bonek. Yang pertama, Maret 2012 sekelompok massa bonek mendemo TV One karena dianggap melecehkan bonek. Maret 2012, empat bonek tewas dari atap kereta, dan Mei 2012, supporter bonek merusak mobil.
Sumber :
http://surabaya.detik.com/read/2012/06/03/184416/1931557/466/ditembak-gas-air-mata-suporter-rusak-mobil-polisi

Tidak ada komentar: