Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Minggu, 01 Juli 2012

Berkedok Bisnis MLM, Jual 20 Gadis di Bawah Umur


Seorang Sales Promotion Girl (SPG) Yulianis, 24, nekad menjual puluhan gadis di bawah umur dengan menggunakan kedok bisnis MLM. Lewat usaha MLM dan info dari mulut ke mulut, SPG cantik tersebut berhasil merekrut sekitar 20 gadis di bawah umur. Mereka kemudian diperjualbelikan sebagai PSK kepada para lelaki hidung belang.

Yulianis tertangkap ketika hendak membawa salah seorang korban trafficking itu ke hotel di kawasan Jl. Semut. "Tersangka kami tangkap saat hendak membawa korbannya ke hotel Pit Stop," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Anom Wibowo, Jumat (29/6/2012).

Menurut Anom, kebanyakan gadis-gadis belia itu masih sekolah. Korban yang rata-rata  berusia antara 15-17 tahun itu masih duduk di bangku SMP dan SMA. "Korban mengenal Yulia dari teman yang satu ke teman yang lain," kata Anom.

Para gadis itu dijual kepada lelaki hidung belang dengan tarif yang cukup tinggi. Bagi yang masih perawan harga bisa mencapai Rp 3 juta, sedangkan yang sudah tidak perawan sekitar Rp 1 juta. Dari tarif itu, Yulianis mengutip 50%-70%

Para gadis ABG itu bisa dipesan melalui telepon. Bagi yang memesan perawan harus membayar DP lebih dulu sebesar Rp 1 juta.

Ditemui Walikota
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Ketika dipertemukan dengan tersangka Jumat (29/6/2012), langsung meluncurkan serentetan dampratan.

”Kamu telah mati rasa ya, di mana hatimu? Kamu itu perempuan, kok bisa seperti itu,” kata Risma dengan nada tinggi di ruang lobi Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Risma makin emosional saat diberitahu bahwa 20 korban trafficking oleh Yulianis ternyata masih di bawah umur, berusia antara 15 hingga 17 tahun.  Risma meminta agar hukuman terhadap tersangka adalah yang paling maksimal.

”Saya minta agar pelaku dihukum dengan berat,” ujar  Risma yang didampingi Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Anom Wibowo.

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini lantas melanjutkan caciannya pada pelaku. ”Kamu itu perempuan, kok kelakuanmu seperti itu. Kamu menghancurkan masa depan anak-anak,” teriak Risma sambil menunjuk pelaku.

Menerima dampratan dari Risma, Yulianis yang pernah bekerja sebagai sales promotion girl (SPG) itu mencoba untuk membantah.

Menurut tersangka, dirinya belum lama menjalankan bisnis ini. ”Saya mundur dari pekerjaan saya dua bulan lalu. Saya baru sekali ini melakukannya dan langsung tertangkap. Dia (korban) datang ke saya karena butuh uang. Sekarang saya menyesal,” kata Yulianis memelas.

Namun Risma tidak percaya begitu saja. ”Saya tidak percaya, saya tahu orang seperti apa kamu,” sergah Risma.

Selain karena adanya pelaku-pelaku seperti Yulianis, menurut Risma, faktor penyebab lainnya adalah gaya hidup hedonistik yang menghinggapi kalangan remaja saat ini, sehingga mereka mudah terjerumus ke dalam trafficking.

Risma mengaku pernah bertanya ke pada beberapa korban trafficking tentang alasan mereka sampai masuk ke dunia seperti itu. Sebagian, alasannya cuma sepele.

“Mereka ingin terlihat trendy namun tak punya uang. Saya tanya mengapa mau menjual diri seperti itu, ternyata hanya karena ingin punya HP trendy,” tutur Risma.




Tidak ada komentar: