Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Sabtu, 26 Mei 2012

Pemprov Jatim Mandul, LSM Bergerak


Pencemaran Kali Surabaya yang berasal dari pabrik-pabrik yang beroperasi di pinggir kali itu sebenarnya sudah terjadi sejak 20-30 tahun yang lalu. Dan sejak akhir tahun 80-an, Pemprov gencar melakukan inspeksi, gerakan untuk menghentikan pencemaran, termasuk pembuatan instalasi pembuangan limbah bersama.

Namun diperkirakan terjadi kolusi antara pejabat Pemprov Jatim dengan perusahaan-perusahaan yang mengelola pabrik itu. Selain itu penegakan hokum diduga sangat lemah. Buktinya hingga sekarang pencemaran masih terus berlanjut. Ikan-ikan di sungai pada mati mengambang karena diduga keracunan limbah.

Menyikapi hal itu Prigi Arisandi Direktur Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) mengatakan, Ecoton dan aktifis lingkungan di Jawa Timur selain akan mempidanakan industry pencemar juga akan meneliti kualitas air Kali Surabaya yang terus menurun tiap tahun.

Menurut Prigi, langkah tegas itu harus ditempuh karena selama ini Badan Lingkugan Hidup dan Pemprov Jawa Timur sangat mandul dan tidak tegas dalam menegakkan aturan perundangan yang sudah ada.

Jika Pemprov tegas menegakkan aturan yang ada, maka kasus ikan mati akibat tercemar limbah industri tidak akan terjadi berulang-ulang.

Menurut catatan Prigi, dalam dua bulan terakhir sudah dua kali kasus pencemaran air Kali Surabaya terjadi. Kasus pertama terjadi 23 April lalu dan sekarang terjadi 26 Mei 2012.

Dengan data dan bukti itu, jelas bahwa Pemprov Jawa Timur sebagai pihak yang mempunyai kewenangan melakukan tindakan tegas pada semua industri di sepanjang Kali Surabaya tidak menjalankan perannya.

Selain itu, Jasa Tirta sebagai perusahaan yang bertugas menjaga sarana pengairan juga tidak bertindak tegas.

Air Kali Surabaya sangat penting keberadaannya karena sampai sekarang masih digunakan untuk bahan baku utama air PDAM di lima kabupaten-kota Jawa Timur, diantaranya Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

Jika kualitas airnya sudah menurun dan tetap dikonsumsi warga di lima kabupaten-kota maka yang akan dirugikan warga Jawa Timur yang sebagian besar masih membutuhkan air produksi PDAM untuk minum.

Sumber: http://kelanakota.suarasurabaya.net/?id=1e9d9b293afc497a09cc2c8e5d3e6dbb2012106774