Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Kamis, 10 Mei 2012

Pelarian Buron Korupsi Direstui Partai?


Musyafak Hadiri Acara PKB di Jakarta dan
Masih  Terima Gaji Wakil Rakyat

surabayapost.co.id
Buronan kasus korupsi dana jasa pungut, Musyafak Rouf, Wakil Ketua DPRD Surabaya, terlihat menghadiri pertemuan Orientasi dan Pendalaman Tugas Legislatif yang digelar DPP PKB di Hotel Twin Tower Slipi Jakarta pada Kamis lalu. Apa ini berarti pelarian Musyafak direstui DPP PKB?

Yang melihat Musyafak dalam pertemuan itu adalah Halim Iskandar Ketua DPW PKB Jawa Timur. Kepada suarasurabaya.net ia mengakui dirinya melihat Musyafak di pertemuan itu. Hanya saja, kata Halim, dirinya tidak menghampiri atau mengajak ngobrol Wakil Ketua DPRD Surabaya itu karena jarak antara mereka malam itu terlalu jauh. “Tapi memang saya melihat dia. Saya yakin itu memang Musyafak,” kata Halim.

Pertemuan di Jakarta itu, kata anggota DPRD Jatim itu, diikuti seluruh anggota DPRD dari Fraksi PKB di seluruh Indonesia. Dari Jawa Timur saja, kata Halim, ada lebih dari 100 orang yang ikut.

Tentang sikap partainya terhadap status Musyafak, Halim Iskandar mengatakan partainya belum menentukan sikap karena sepengetahuannya, DPC PKB Surabaya masih belum melakukan pertemuan membahas Musyafak. “Kita belum ambil sikap soal pergantian antar waktu (PAW) Musyafak. Ditunggu dulu saja,” paparnya

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur mengakui intelijen jajarannya kecolongan dengan masih melenggangnya Musyafak Rouf di pertemuan Orientasi dan Pendalaman Tugas Legislatif PKB di Jakarta.

Mulyono Kasie Penkum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dengan nada santai mengatakan intelijen Kejari Surabaya masih bekerja. “Namanya intel, kalau bekerja kan nggak ngomong-ngomong. Mosok lapor ke wartawan kalau intel sedang mengintai si A atau si B,” kata dia.

Pekan depan, Badan Kehormatan DPRD Surabaya akan membahas nasib keanggotaan Musyafak Rouf. Wakil Ketua DPRD Surabaya itu terancam dicopot karena melanggar sejumlah peraturan dan tata tertib DPRD Surabaya.

Agus Santoso Ketua Badan Kehormatan DPRD Surabaya mengatakan Musyafak Rouf sudah melanggar PP nomor 16 tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tentang Tata Tertib.

Dua pasal PP itu yang dilanggar Musyafak diantaranya tentang absen 6 kali berturut-turut dalam rapat paripurna yang berkonsekwensi sanksi dicopot sebagai anggota dewan. Selain itu, anggota dewan yang dinyatakan bersalah dan status keputusannya bersifat berkekuatan hukum tetap, terkena sanksi yang sama, pencopotan sebagai anggota dewan.

Kata Agus Santoso, Musyafak Rouf tidak masuk sejak awal Maret. Persisnya semenjak Kejari Surabaya menerima salinan putusan kasusnya dari Mahkamah Agung. “Sejak itu juga seharusnya Musyafak tidak menjadi anggota dewan,” kata dia.

Artinya, lanjut dia, Musyafak tidak lagi berhak atas fasilitas-fasilitas sebagai Wakil Ketua DPRD Surabaya, diantaranya gaji dan mobil dinas. Tapi sampai kini, kata Agus, fasilitas-fasilitas itu masih dinikmati Musyafak.

Setelah dirapatkan dalam Badan Kehormatan, hasilnya akan disampaikan ke Badan Musyawarah dan fraksinya. “Mekanismenya nanti lewat pergantian antar waktu (PAW). Penggantinya nanti ditentukan oleh partainya,” kata dia. 

http://kelanakota.suarasurabaya.net/?id=bdcd00689c92b7ccf0e0edbc906c54412012106199