Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Sabtu, 12 Mei 2012

Kasus Uang Pelicin Kadishub Surabaya Menyeret Parpol


Kasus uang pelicin sebesar Rp 500 juta yang menyeret Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Eddi kian menarik. Perkembangan terakhir menyebutkan kalau pungutan itu atas permintaan parpol. Saat ini para penyidik tengah berusaha keras menggali lebih jauh keterlibatan parpol tersebut. 

Tapi yang menjadi pertanyaan kenapa polisi tidak menahan Kadishub padahal sudah berstatus tersangka? Apakah tidak khawatir mengulang kasus Musyafak Rouf, yang tidak pernah ditahan selama kasusnya diproses secara hukum. Dan ketika  divonis penjara, yang bersangkutan lalu kabur. Apakah hal ini sudah dijadikan model bagi polisi Surabaya dalam menangani kasus korupsi pejabat?

Dalam pemeriksaan di kepolisian para penyidik menanyakan kepada  Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Surabaya, Eddi, siapa saja yang menerima uang pelican yang dipungut dari pengelola ponten terminal Purabaya. Pertanyaan itu berkaitan dengan kabar, Eddi hanyalah alat saja. Uang yang telah diterima Eddy telah diminta oleh orang dari parpol.

Setelah sempat mangkir, Eddi akhirnya memenuhi panggilan polisi. Eddi kali ini memenuhi panggilan sebagai tersangka. Sebelumnya Eddi beberapa kali memenuhi panggilan, tetapi saat itu masih berstatus sebagai saksi.

"Pemeriksaan ini merupakan kelanjutan dari pemeriksaan-pemeriksaan sebelumnya," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Farman, Kamis (10/5/2012).

Sayangnya Farman tidak mengetahui dengan detil pemeriksaan terhadap Eddi dan disuruh menanyakannya ke kanit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), AKP Isbari. Namun Isbari juga enggan berkomentar dan malah balik menyuruh agar menayakan seputar pemeriksaan Eddi ke Farman.

Dari informasi yang dihimpun, pemeriksaan terhadap Eddi berisi pertanyaan tentang siapa saja yang menikmati aliran gratifikasi pengelolaan uang ponten Terminal Purabaya Bungurasih yang dituduhkan kepadanya.

Pertanyaan itu diajukan karena ada kabar yang mengatakan bahwa Eddi hanya dijadikan alat saja. Uang gratifikasi yang diterima Eddi dikabarkan telah diminta oleh sejumlah orang dari parpol. Tetapi siapa itu, masih akan diselidiki.

Seperti diberitakan sebelumnya, Eddi terseret kasus setelah ada rekanan yang melaporkan ada setoran ke pejabat UPTD Terminal Purabaya untuk memenangi pengelolaan ponten terminal sebesar Rp 500 juta. Tudingan itu lantas dialamatkan ke Eddi yang saat itu menjabat sebagai Kepala UPTD Terminal Purabaya. Polisi kemudian bergerak melakukan penyelidikan pada Mei 2011.
http://surabaya.detik.com/read/2012/05/10/204359/1914483/466/kadishub-surabaya-penuhi-panggilan-sebagai-tersangka

Tidak ada komentar: