Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Rabu, 02 Mei 2012

Kado Istimewa May Day dari Gubernur Jatim


Moratorium Perusahaan Outsourching

Dulu di perusahaan pers sekitar tahun 20-an jadi karyawan tidak tetap/kontrak/honorer itu enak. Gajinya jauh lebih tinggi dari pegawai. Sehingga para wartawan argo (yang digaji berdasarkan berita yang dimuat) tak mau kalau ditawari oleh perusahaan menjadi wartawan tetap.

Tapi sekarang yang namanya tenaga honorer.tidak tetap/kontrak selalu babak belur Sudah nggak dapat tunjangan dan jaminan sosial, gajinya lebih rendah. Pegawai kontrak, yang sekarang, banyak  dipekerjakan pada perusahaan outsourching, tak bisa lagi mikir soal masa depan.
Setiap kali kontrakannya akan habis, mereka selalu khawatir tidak diperpanjang dan tidak mendapatkan pekerjaan lagi di luar. Selain itu karena gaji pas-pasan, selama menanti pekerjaan baru pasti akan membuat ekonomi kocar-kacir karena tak punya tabungan.

Meski ditentang kaum buruh namun perusahaan outsourcing di Indonesia setiap tahun terus menjamur. Di Jatim dari 800 perusahaan, kini menjadi 1.022 perusahaan outsourcing yang terdaftar secara resmi di Disnakertransduk Jatim. Perkembangan ini membuat buruh ketakutan karena akan membuat masa depan mereka suram.

Pada peringatan May Day kemarin Gubernur Jatim, Soekarwo, memberikan kado istimewa pada para buruh. Pada Hari Buruh sedunia ini 1 Mei 2012 ini, Gubernur Jatim Soekarwo menegaskan akan membubarkan asosiasi perusahaan itu, dan menerapkan moratorium perusahaan outsourcing.

"Gubernur setuju dengan moratorium outsourcing. Asosiasinya saya bubarkan di Disnaker, karena Dinasker kewenangannya gubernur," kata Soekarwo, Selasa (1/5/2012).

Gubernur yang biasa disapa Pakde Karwo ini menilai, usulan dari buruh terkait moratorium outsourcing itu masuk akal. "Dia (buruh) minta moratorium berhenti dulu saya kira masuk akal, kemudian nanti ditata," tuturnya.

Setelah kebijakan dari gubernur ini, buruh akan menggandeng pemerintahan serta kepolisian untuk bersama-sama sidak ke perusahaan outsourcing.

"Dia minta polisi ikut itu bagus saja nanti tinggal koordinasi saja. Semua kita bicarakan antara buruh dengan pemerintah dan Apindo, setelah itu langkahnya noramtif," jelasnya.

Sementara itu, perwakilan buruh akan menindaklanjuti tentang kebijakan moratorium outsourcing di Jawa Timur, dengan cara mendatangi perusahaan tersebut yang jumlahnya menjamur.

"Kita sidak tempat vampir (perusahaan outsourcing). Ketika ada pelanggaran-pelanggaran, pemprov siap untuk mencabut," ujar salah satu perwakilan pendemo.

Hal sama juga disampaikan Koordinator Aliansi Buruh Jatim Jamaludin. "Kita stop, kita audit yang melakukan pelanggaran ya dibubarkan," jelasnya.
http://surabaya.detik.com/read/2012/05/01/172058/1906286/466/gubernur-jatim-siap-bubarkan-asosiasi-perusahaan-outsourching