Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Minggu, 27 Mei 2012

Industri Cemari Kali Surabaya, PDAM Kewalahan


Sejak  puluhan tahun yang lalu hingga sekarang industri tak henti-hentinya membuang limbahnya di Kali Surabaya.  Akibatnya sungai ini selalu dalam keadaan tercemar. Padahal airnya dijadikan bahan baku air PDAM.

Hingga 27 Mei 2012 pagi pencemaran masih bertubi-tubi menghajar air Kali Surabaya. Setelah siang hari sebelumnya Instalasi Penjernihan Air Minum (IPAM) Karangpilang dinyatakan tercemar kategori sedang, mulai kemarin malam pukul 23.30 WIB, pencemaran limbah juga masuk ke instalasi Ngagel.

Artikel terkait:
Pemprov Jatim Mandul, LSM Bergerak
PDAM Menyengsarakan Pelanggan
27% Warga Surabaya Belum Menikmati Air Bersih
Akibat TDL Naik Tarif Air PDAM Bisa Naik

Ashari Mardiono Dirut PDAM Surabaya menyatakan polutan yang masuk menyebabkan instalasi Ngagel kini tercemar kategori berat. Dilihat dari grafik cemaran yang masuk ke instalasi Ngagel, terburuk terjadi pada 27 Mei 2012 sekitar pukul 02.00 WIB dinihari dan setelahnya menurun tapi relatif fluktuatif. "Kami tidak bisa memastikan bagaimana kondisi cemaran itu ke depannya. Kami hanya bisa memonitoring dengan harapan tingkat cemaran menurun. Tapi sampai pukul 08.00 WIB, cemaran di instalasi Ngagel masih berat," ujarnya.


Ashari mengaku heran begitu lamanya cemaran air Kali Surabaya terjadi di instalasi Ngagel. Ini beda dibandingkan yang terjadi di Karangpilang, yang cemaran signifikannya hanya terjadi pukul 14.00 WIB dan berakhir pukul 19.00 WIB. "Setelah pukul 19.00 WIB, cemaran di Karangpilang praktis bisa kami tanggulangi dengan 5 langkah penanganan," kata Ashari.


Tapi di instalasi Ngagel, cemarannya begitu bertubi-tubi dalam waktu lama, sejak pukul 23.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB tadi belum berakhir dan tingkat cemarannya lebih berat dibandingkan di Karangpilang. "Saya menduga setelah ada informasi Kali Surabaya tercemar limbah, industri di sepanjang kali itu ramai-ramai buang limbahnya. Mumpung," kata Ashari geram.


Meskipun terus dihajar cemaran bertubi-tubi, kata Ashari, PDAM Surabaya masih mampu menangani dengan melakukan resedimentasi, airasi, koagulasi-flokulasi, filtrasi, dan desinfeksi secara bertahap. "Kami harap cemarannya tidak makin berat. Kalau dengan tingkat cemaran seperti ini, kami masih mampu tangani bahkan sampai lebih jam 12.00 WIB. Konsumen masih tidak merasakan dampaknya, baik secara kualitas atau kuantitas," katanya.


Tapi kalau cemaran makin berat, PDAM Surabaya akan lakukan serangkaian kebijakan, diantaranya mengurangi debit air baku masuk ke IPAM yang berdampak juga pada kuantitas distribusi air ke pelanggan. Selain itu, pelanggan diminta tidak meminum dan memasak menggunakan air PDAM. "Sejauh ini masih bisa dikendalikan, tapi tidak tahu sampai kapan," kata dia.


Sebenarnya mengurangi tingkat cemaran air Kali Surabaya bisa dilakukan dengan menggelontor Kali Surabaya. Ashari mengaku tidak tahu apakah pagi ini PT Jasa Tirta selaku pengelola Kali Surabaya sudah membuka dam-dam di hulu agar cemarannya terbawa arus dengan cepat dan mengurangi dampak cemaran di instalasi Ngagel.