Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Rabu, 30 Mei 2012

Gubernur Jatim Berjanji Tindak Industri Pencemar


Gubernur Jatim, Soekarwo berjanji akan mengusut tuntas industri pencemar Kali Surabaya yang mengakibatkan PDAM Surabaya kewalahan memproses air minum dengan bahan baku air kali tersebut.

“Saya sudah perintahkan koordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup dan Perum Jasa Tirta untuk meningkatkan pengawasan pada Sungai Kali Surabaya,” ujar Gubernur.


Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tingkat pencemaran Kali Surabaya dua hari yang lalu cukup tinggi sehingga PDAM kewalahan memprosesnya menjadi air minum. Kalau tingkat pencemaran terus meningkat, maka air PAM bisa menjadi tak memenuhi syarat untuk air minum sekalipun dimasak.

Ini membuat Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) gerah dan mengancam akan menggugat Gubernur Jawa Timur Soekarwo maupun industry pencemar.

“Gubernur Jatim harus turun tangan dan tidak membiarkan masalah ini. Kami harap Gubernur segera mengambil tindakan sebelum ikan yang mati lebih banyak lagi,” ujar Prigi Arisandi, Direktur Ecoton, Senin (28/5).  

Ecoton juga minta Gubernur untuk mengumumkan industri dan pelaku pencemar Kali Surabaya. 
Dari data Ecoton, kematian ikan dalam jumlah besar terjadi di Desa Lebaniwaras, Sumengko (Kec. Wringinanom), Legundi, Krikilan, Driyorejo, Cangkir, Bambe (Kec. Driyorejo). Kelurahan Warugunung, Karang Pilang, dan Gunungsari sampai pintu air Jagir.

Selain itu, Ecoton juga minta Gubernur segera membuat Standar Operasional Prosedur (SOP), kalau di Kali Surabaya terjadi pencemaran. “Langkah itu harus dilakukan karena kalau musim kemarau tiba, potensi ikan mati sangat tinggi, karena penurunan debit air, dan mengakibatkan limbah di bawah Kali Surabaya yang mengandung racun, naik ke atas,” terang Prigi.

Sumber:

Tidak ada komentar: