Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Rabu, 23 Mei 2012

Dua Kasus Korupsi Mangkrak di Polrestabes Surabaya


Polrestabes tampaknya semakin tidak serius dalam menangani kasus korupsi yang melibatkan pejabat di Surabaya. Faktanya, ada dua penyidikan korupsi di Polrestabes yang mangkrak. Diantaranya, kasus dugaan korupsi Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan tersangka Ketua DPRD Surabaya, Wisnu Wardana (WW), dan kasus gratifikasi Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Surabaya, Eddi.

Ketika di konfirmasi, kepolisian mengaku masih melakukan pemeriksaan. “Sekarang kami masih melakukan proses pemeriksaan terhadap kasus tersebut (Bimtek dan gratifikasi, Red),” kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Farman, Senin (21/5).


Tapi sayang, Farman enggan menjelaskan secara terperinci terkait perkembangan penanganan kasus korupsi yang melibatkan dua pejabat Surabaya itu. Farman hanya mengatakan bahwa pihaknya mesih berkomitmen dalam menangani kasus tersebut. “Sabar aja kami masih menggali bukti, yang jelas kami berkomitmen menuntaskan kasus ini,” tandasnya.

Sementara, dari informasi yang dihimpun, penyidik telah memeriksa lebih dari 35 saksi dalam kasus Bimtek, termasuk sembilan anggota dewan dan Ketua Dewan sempat beberapa kali mangkir dari panggilan penyidik. Ke-35 orang tersebut masing-masing dari Pemkot dan anggota dewan. Saksi ahli hukum pidana korupsi dari Surabaya juga telah dimintai keterangan.

Kasus yang merugikan negara sebesar Rp. 2,7 miliar itu sempat menjadi perhatian publik. Pasalnya aktor utama dalam kasus tersebut, Wisnu Wardana. Dan hampir setahun penanganan kasus Bimtek, pihak kepolisian belum menunjukkan hasil siginifikan. Bahkan, penanaganan kasus itu semakin meredup.
Sedangkan penaganan kasus  gratifikasi Kadishub kota surabaya juga belum ada perkembangan berarti. 

Polisi belum menetapkan tersangka baru dalam penyidikan kasus tersebut. Seperti diketahui, kasus yang menyeret Kadishub itu berawal dari laporan adanya dugaan gratifikasi senilai Rp 500 juta tentang pengelolaan ponten terminal Purabaya. Eddy saat itu menjabat sebagai kepala UPTD Terminal Purabaya tahun 2009 dan diduga menerima uang gratifikasi tersebut. 

Dalam perjalanannya, kasus ini telah ditangani Polrestabes Surabaya dan Kadishub Surabaya telah ditetapkan menjadi tersangka. Namun meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Polrestabes tidak menahan Eddy dengan alasan tersangka kooperatif . Tidak hanya Eddy, Polrestabes juga membidik beberapa orang yang menerima dan memberi  dalam kasus tersebut. Namun hingga sekarang tidak ada penambahan jumlah tersangka.m7 Sumber: http://surabayapost.co.id