Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Kamis, 26 April 2012

Program Penutupan Lokalisasi WTS

Pemulangan WTS Terus Berlangsung di Surabaya

Pemulangan WTS dalam rangka penutupan lokalisasi WTS di Surabaya terus berlangsung. Sejak lima tahun terakhir ini  pemulangan sudah terjadi sebanyak lima kali. Pemulangan terakhir terjadi Pebruari tahu 2012 yang lalu terhadap 20 WTS/mucikari.  
Para pekerja seks itu dilepas bersamaan dengan agenda pelantikan Ikatan Da'i Area Lokalisasi (IDIAL) oleh MUI Jatim, di Balai RW Bangunsari Dupak Surabaya, Sabtu (04/02/2012). Mereka yang dipulangkan terdiri dari 10 orang WTS dan mucikari asal lokalisasi Bangunsari dan 10 lainnya berasal dari beberapa lokalisasi yang berada di Surabaya. Mereka dipulangkan kedaerah mereka masing-masing, seperti ke Malang, Blitar, Lamongan, Pati, dsb. Khusus lokalisasi Bangunsari. awalnya lokalisasi dihuni sebanyak 274 orang, kini tinggal 153.



Pemulangan para pekerja esek-esek ini merupakan hasil kerjasama beberapa pihak seperti Da'i, MUI Jatim, Pemkot, Pemprov bahkan anggota DPRD Jatim dari komisi E. Sebelum dipulangkan, para WTS dan mucikari mendapatkan pembinaan mental, pelatihan ketrampilan, dan sosialisasi kesehatan. "Kami melakukan pendekatan dengan prinsip dakwah Rahmatan lil'alamin yang persuasif, kondusif dan tidak konfrontatif",ungkap Drs.H.A.Sunarto AS.MEI.,ketua IDIAL.
Kepada yang dipulangkan ke kampung masing-masing, mereka diberi uang bantuan Rp 3 juta untuk membuka usaha.

Menurut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Pemkot Surabaya terus menekan jumlah pekerja seks komersial (PSK). Pada 2009 saja PSK di Surabaya mencapai 3.225 orang. Angka ini menurun pada 2010 menjadi 2.996 oramh. Lalu pada 2011 turun menjadi 2.027 orang. “Kami memang sudah memberlakukan larangan penambahan PSK bagi wisma-wisma. Saat ini yang tersisa di wisma, merupakan penghuni lama,” ungkapnya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu menambahkan, pemkot juga menyiapkan beberapa rumah singgah yang bisa dimanfaatkan bagi para PSK yang berencana meninggalkan wisma.

Diantaranya Liponsos yang kini ditinggali 900 orang lebih. Jumlah penghuni Liponsos terus mengalami kenaikan bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2010 saja penderita di Liponsos masih 881 orang, sementara pada 2009 penghuninya 697 orang. “Kami juga memiliki panti rehabilitasi anak di Wonorejo. Dan juga ada panti bagi tuna grahita,” sambungnya.

Tidak ada komentar: