Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Kamis, 26 April 2012

Perusahaan Jusuf Kalla Jajaki Garap Monorel Surabaya

Model Monorel. reportase.com
Rencana pembangunan sarana transportasi massal monorel di Surabaya  menarik minat  PT. Bukaka Teknik Utama (BTU). Tapi perusahaan milik mantan Wakil Presiden itu bukanlah satu-satunya investor yang pernah menyatakan minatnya. Sebelum itu  disebut-sebut  ada investor dari Perancis dan China.

Kalau berhasil diwujudkan, ini merupakan mega proyek karena beayanya besar sekali. Menurut hitungan pakar transportasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, (11/9 2011), Hitapriya Suprayitno, beayanya diperkirakan mencapai Rp 40 hingga 50 miliar tiap kilometernya. Dengan kepanjangan jalan monorel yang membentang  dari timur ke barat sepanjang  20 kilometer, maka setidaknya dibutuhkan sekitar Rp 1 triliun


Kalau menggunakan dana Pemkot sendiri, proyek ini akan membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikannya. Namun kalau menggunakan dana swasta akan bisa lebih singkat.
Dalam representasi di hadapan anggota DPRD KMS 19 September 2011, Walikota Surabaya Tri Rismaharini memaparkan  dua model transportasi massal yang sedang digodok oleh Badan Perencana Pembangunan Kota (Bapeko) Surabaya. Kedua jenis angkutan massal berbasis kereta., yakni monorail dan tram. 

Dua model angkutan massal ini dianggap cocok dengan kondisi dan kebutuhan transportasi di Surabaya saat ini. Model pertama diterapkan untuk koridor barat – timur. Ini kata Risma, karena pada koridor ini banyak terdapat titik titik persimpangan jalan sehingga untuk menghindarinya lebih sesuai kalau menggunakan jalur atas atau monorel. Dengan monorel ini maka tidak banyak akses lalu lintas yang  tersendat ketika kereta monorel lewat.

Untuk tahap I rencananya akan dibangun dulu lintasan monorel sejauh 24,47 Km melalui Stasiun Sentra Bulak Kenjeran , Pasar Keputran, Terminal Joyoboyo dan Pakuwon Trade Center (PTC).Untuk mendukung pengoperasian monorel ini akan dibangun 16 halte khusus dengan jarak antar halte sejauh 500 M. 

Angkutan massal monorel ini dipastikan sangat ekonomis dengan kemampuan mengangkut penumpang sebanyak 184 - 254 orang untuk sekali pemberangkatan. Sedangkan kecepatan maksimum angkutan ini dirancang 35 Km perjam. Moda monorel ini nantinya akan dibangun secara elevated double track dengan pilar pilar penyangga di atas median jalan atau bahu jalan.

Sementara untuk koridor Selatan - Utara, Pemkot Surabaya lebih memilih menggunakan moda Tram. Rencananya tahap I akan dibangun mulai Terminal Joyoboyo hingga Tugu Pahlawan sepanjang 9,38 Km dan dilanjutkan Tahap II ruas Tugu Pahlawan - Tanjung Perak sejauh 12,16 Km. Namun ruas ini akan dikerjakan dengan catatan penggunaan jalan Perak Barat dan Perak Timur diizinkan oleh Pusat mengingat kelas jalan ini adalah nasional.

Tram ini akan dilengkapi dengan 4 stasiun masing masing Joyoboyo, JMP, Pasar Tunjungan dan Gapura Surya. Selain itu di sepanjang rute yang dilalui akan dilengkapi dengan 10 halte. Mengadopsi teknologi dari Jerman dan Malaysia angkutan tram ini bisa mengangkut 220 - 225 orang penumpang sekali jalan.
http://www.republika.co.id, vivanews