Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Rabu, 27 Juli 2011

Perda Perlindungan Anak: Anak di Bawah Umur Dilarang Masuk Hotel Tanpa Didampingi Ortu

Banyaknya pasangan pria wanita pelajar yang berbuat mesum di hotel tampaknya  mendapatkan perhatian serius dari Pemkot Surabaya. Ini terbukti dengan diajukannya Raperda Perlindungan Anak oleh Walikota ke DPRD Surabaya, yang antara lain mengatur tentang larangan anak yang belum genap berusia  18 tahun untuk masuk hotel atau penginapan tanpa didampingi orangtua.
Selain itu Raperda tentang Perlindungan Anak juga mengatur larangan bagi anak di bawah umur untuk masuk beberapa jenis RHU.  RHU yang dimaksud di antaranya diskotek, kelab malam, bar, karaoke dewasa, pub/rumah musik, panti pijat/massage dan panti mandi uap/sauna.
“Ketentuan ini telah dituangkan dalam Bab I  Raperda Perlindungan Anak dalam ketentuan umum pasal 4. Penyelenggara rumah hiburan umum (RHU) yang ketahuan melanggar aturan ini akan diberikan sanksi ancaman kurungan paling lama tiga bulan kurungan atau denda paling banyak Rp 50 juta,” kata Yayuk Puji Rahayu, Ketua Pansus Raperda Perlindungan Anak DPRD Kota Surabaya, Selasa (26/7).
Ia  mengatakan, pihaknya mendukung pengesahan raperda ini menjadi perda sebagai bentuk komitmen untuk memberikan perlindungan terhadap anak di Kota Surabaya. Aturan di atas merupakan salah satu proteksi agar anak tidak memasuki tempat-tempat yang belum selayaknya dia kunjungi.
“Secara prinsip pembahasan kami belum sampai ke pasal ini. Namun, kami telah bersepakat dengan Pemkot untuk memberikan perlindungan anak dengan cara seperti itu,” katanya.

Larangan masuk ke beberapa jenis RHU bagi anak-anak ini tertuang pada pasal 24 dan 25. Pasal 24 selengkapnya berbunyi, “Setiap penyelenggara usaha diskotik, usaha kelab malam, usaha bar, usaha karaoke dewasa, usaha pub/rumah musik, usaha panti pijat/massage dan usaha panti mandi uap/sauna dilarang menerima pengunjung anak”.
Sedangkan pasal 25 berbunyi, “Setiap penyelenggara usaha hotel, usaha motel, usaha losmen, usaha wisma pariwisata dan kegiatan usaha yang sejenis dilarang menyewakan kamar kepada anak tanpa didampingi oleh orangtuanya atau keluarganya yang telah dewasa atau guru pendamping/penanggungjawab dalam rangka melaksanakan kegiatan sekolah atau kegiatan lainnya”.

Selain sanksi kurungan dan denda, sanksi administratif juga disiapkan bagi para pelanggar. Bentuknya berupa pencabutan izin usaha. Pada pasal 27 ayat 2 menyebutkan setiap orang yang melanggar pasal 24 atau 25 dikenakan sanksi administratif berupa denda paling banyak Rp 50 juta dan pencabutan izin usaha.

Raperda ini juga mengatur larangan bagi anak berseragam sekolah untuk masuk pusat perbelanjaan atau mal. Aturan ini juga berlaku setelah jam pelajaran. Kalau sampai ada anak sekolah berseragam sekolah tetap bisa masuk ke mal atau RHU, bukan anaknya yang kena sanksi tapi penyelenggara RHU-nya yang kena sanksi.

Namun peraturan ini bakal ada pengecualian. Misalnya, anak pulang sekolah yang dijemput oran tuanya. Lantas sang orangtua mengajak anaknya jalan-jalan ke mal. “Kalau seperti ini boleh, asalkan dia didampingi oleh orangtua,” tambahnya. (Sumber : Surabaya Post, Selasa, 26/07/2011 | 10:51 WIB)

Tidak ada komentar: