Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Senin, 30 Mei 2011

Surabaya Berambisi Jadi Kota Ramah Anak



Menyadari anak merupakan tumpuhan bangsa dan negara di masa depan, Surabaya kini tengah berbenah diri untuk menjadi kota yang ramah terahdap anak atau Kota Layak Anak (KLA). Tujuannya agar pertumbuhan anak dijamin pemerintah dan anak terlindungi dari eksploitasi.

Program KLA sudah dideklarasikan sejak 2010, bertepatan dengan Hari Anak Nasional. Tahun ini, pemkot membangun sarana dan prasarana pendukung pertumbuhan anak. seperti mengalokasikan 32 persen anggaran untuk pendidikan, meningkatkan peran posyandu, dan puskesmas remaja.
Di tingkat kecamatan dan kelurahan pemkot membentuk layanan ramah anak. “Yang bagus di Keluraan Pegirian. Di sana ada komunitas anak. Mereka bisa mengdiskripsikan sendiri kemauannya. Kami tumbuhkan leadership, kenyamanan untuk mereka,” ujar Ikhsan, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Bapemas KB), Minggu (29/5).
Untuk mewujudkan program itu, pemkot menciptakan gugus tugas bekerja sama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), LSM, kepolisian, dan DPRD. Khusus dengan DPRD membuat Raperda penyelenggaraan perlindunagan anak. Pemkot juga menjalin kerja sama dengan pihak sekolah.
Saat ini, sudah dibentuk bina keluarga remaja, bina keluarga anak dengan meningkatkan peran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terpadu di tiap RW. “Kami berharap, anak-anak dan remaja yang terlibat dalam pembinaan bisa membantu mempengaruhi teman-temannya jadi lebih baik,” harapnya.
Direktur Surabaya Children Crisis Center (SCCC) Edward Dewarucci menambahkan, anak-anak mestinya mendapatkan perlindungan penuh, baik secara akses pendidikan, kesehatan, serta hukum. Di Surabaya, belum ada aturan yang berpihak pada anak-anak. “Makanya Pemkot harus memotong jejaring bisnis yang hanya memanfaatkan anak-anak,” sergahnya.
Caranya, misalnya, melarang anak-anak usia di bawah 18 tahun masuk diskotek dan warnet. Karena bisa jadi penyebab utama prostitusi yang dilakukan anak-anak di Surabaya. (Surya, Senin, 30 Mei 2011 | 07:36 WIB)

Tidak ada komentar: