Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Senin, 30 Mei 2011

Prof. Heru Sukardi, 

Siapakah yang menemukan HUT Surabaya tanggal 31 Mei. Ya, penemu HUT Surabaya itu ternyata guru besar Ilmu Sejarah Universitas Negeri Surabaya, Prof Heru Sukadri

Tak banyak yang tahu karena sebagai warga kota terlalu banyak hal yang harus dipikirkan. Kesibukan sehari-hari dengan pekerjaan dan perburuan nafkah, membuat kita tak sempat memikirkannya.

Ia mengisahkan, penetapan HUT Surabaya itu bermula dari penelitian yang dilakukan yang terdiri dari 13 orang dari berbagai lapisan masyarakat. Setelah penelitian selama 5 bulan, dilakukan penyaringan dan hanya tersisa 3 peneliti saja. Di antaranya Prof. Kuncoro Purbopranoto dari Universitas Airlangga, Drs. Is Satriadi dari IKIP Surabaya dan Drs. Heru Sukadri dari IKP Surabaya.

Kami bertiga mempunyai pandangan yang berbeda-beda tentang HUT Surabaya. Prof. Kuncoro mengusulkan tanggal 11 September 1294, berdasar pada Prasasti Gunung Btak. Pak Is tanggal 7 Juli 1358 berdasar dari Prasasti Trowulan I, sedangkan saya mengusulkan tanggal 31 Mei 1293.

Setelah diajukan pada Walikota Suparno, terpilih penelitian saya yang dianggap paling sesuai dengan situasi dan kondisi kota Surabaya,” cerita Heru. Ia menceritakan bahwa penelitian dari Prof. Kuncoro Purbopranoto dari Unair yang berdasar pada Prasasti Gunung Btak tidak menyebutkan tentang nama Surabaya sama sekali. Sedangkan penelitian dari Drs. Is Satriadi dari IKIP Surabaya memang terdapat nama Surabaya, namun sebagai daerah pertambangan bukan sebagai kota pahlawan. Penelitian Heru sendiri berpijak pada aksi heroik tentara Raden Wijaya mengusir tentara Tar-tar pimpinan Khubilai Khan dari Cina.

Nama asli dari kata Surabaya sendiri pada awalnya bernama Surabhaya. Buku penelitian yang disusun oleh Heru berjudul “Dari Hujunggaluh ke Surabhaya”. “Memang semua tanggal tidak ada yang sama persis, tapi penelitian saya yang dipilih Pak Walikota Suparno karena terdapat historis serta aksi heroik dari Raden Wijaya,” ungkap Heru.

Heru mengaku sejak mengadakan penelitian tentang hari jadi Surabaya tahun 1975, dirinya sering diundang ke rumah walikota. “Dulu setiap HUT Surabaya, saya sering diundang ke rumah Walikota Sunanto. Sekarang sudah tidak, mungkin dianggap sudah tidak ada,” kenang Heru. (Surabaya Post, Senin, 30/05/2011 | 12:40 WIB)