Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Senin, 30 Mei 2011

Kawasan Wisata Di Jembatan Suramadu


Inilah berita yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh warga kota Surabaya, Madura dan mungkin juga seluruh warga Jawa Timur. Badan Pengembangan Wilayah Suramadu telah mengumumkan ploting kawasan di sekitar Jembatan Suramadu. Rinciannya seluas 40 ha untuk perdagangan, 333 ha untuk industri, 120 ha untuk kawasan pemukiman, dan 23 ha untuk kawasan wisata..

Menurut BPWS, pembangunan rest area (tempat peristirahatan) akan diawali dengan pembebasan tanah dengan kucuran dana APBN sebesar Rp 100 miluar. Khusus untuk pembebasan tanah dianggarkan Rp 34 miliar. Sedangkan pengembangan sektor perdagangan, industri, pemukiman dan wisata sepenuhnya diserahkan kepada investor.Rest Area (tempat peristirahatan) itu nantinya memiliki fasilitas Masjid, Islamic Center, Parkir, Play Ground, Kantor Pengelolaan dan Pusat Informasi Madura, Food Court, Mini Market dan SPBU.

Sebenarnya agak terlambat untuk berbicara tentang pengembangan kawasan kaki jembatan suramadu. Seharusnya begitu jembatan berdiri, setidaknya sudah tersedia fasiltas tempat peristirahatan dan areal rekreasi. Sebab jembatan antara pulau pertama di Indonesia itu mampu menjadi magnet bagi wisatawan domestic dari seluruh Indonesia. Terbukti pada wal-awal pembangunannya banyak orang dari berbagai penjuru tanah air datang untuk memenuhi hasrat ingin tahu.

Tapi tentunya harapan mereka tidak hanya sekedar terpuaskan rasa keingintahuannya saja. Sudah pasti mereka datang jauh-jauh dengan tujuan sekalian untuk rekreasi. Sayangnya tak ada satupun tersedia fasilitas rekreasi di sekitar Jembatan Suramadu yang representatif. Satu-satunya tempat untuk beristihat hanya warung-warung PKL di pinggir jalan dekat jembatan di sisi Madura. Sudah begitu tiket untuk menyeberang dengan mobil luar biasa mahalnya, Rp 30.000. Akhirnya banyak wisatawan domestik yang kapok tidak mau datang lagi.. Dan sekarang Jl. Kedungcowek yang merupakan jalan akses ke jembatan itu sepi lagi karena penambahan lebar jalan tak diimbangi dengan pertambahan jumlah kendaraan yang lalu-lalang. (Surabaya Post, Senin, 30/05/2011 | 10:11 WIB)

Tidak ada komentar: