Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Sabtu, 10 Juli 2010

Jalan Protokol Kota Surabaya Macet Total Pada 2018


09 Maret 2011, 17:52:33|suarasurabaya.net| Jalan-jalan protokol di Kota Surabaya akan mengalami kemacetan total pada tahun 2018 jika pertumbuhan jalan masih stagnan dan di sisi lain pertumbuhan kendaraan pribadi meningkat dengan pesat seperti yang terjadi sekarang. Analisis ini disampaikan ELLY A. SINAGA Direktur Bina Sistem Transportasi Perkotaan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Dalam Diskusi tentang Menguak Masalah Sosio Kultural Transportasi Surabaya, Rabu (09/03) di Fisip Unair, ELLY mengatakan dalam riset Kementerian Perhubungan tahun 2006, rasio volume lalu lintas dan kapasitas jalan sudah mencapai 0,7. Dalam kategori ini, Surabaya sudah tergolong macet. Pada tahun-tahun sesudahnya, riset menunjukkan kondisi yang tidak makin membaik.

Jika kondisi ini memburuk, perhitungan Kementerian Perhubungan, pada tahun 2018 mendatang, jalan-jalan protokol Kota Surabaya akan macet total.

Pemkot surabaya, kata ELLY, harus mengantisipasi hal ini sedini mungkin. ELLY yakin penambahan jalan bukan solusi yang tepat untuk masalah ini karena dari studi-studi sebelumnya di banyak negara, penambahan jalan akan diikuti oleh penambahan jumlah kendaraan pribadi berkali lipat jumlahnya.

Untuk Kota Surabaya, berdasarkan data Dishub pada September 2009 saja sudah ada 2,9 juta unit sepeda motor. Dengan jumlah penduduk sebanyak 3,2 juta jiwa, artinya hampir setiap warga kota ini punya satu sepeda motor. Pertumbuhan seped motor pun cukup fantastis, mencapai 14 ribu unit perbulan.

”Solusinya tidak bisa tidak, adalah kendaraan angkutan massal. Masalahnya adalah bagaimana membuat warga kota ini meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke angkutan massal. Pemerintah harus menekan kebutuhan atas kendaraan pribadi. Untuk itu subsidi BBM dikurangi, infrastruktur jalan ditambah dan dibenahi, lalu memperbaiki angkutan massalnya. Prinsip angkutan massal yang mudah, murah, nyaman, dan cepat harus dicapai oleh Pemkot Surabaya,” kata dia.

Sementara itu TRI RISMAHARINI Walikota Surabaya menanggapi soal ancaman kemacetan total pada tahun 2018 mengaku pihaknya sudah merencanakan sistem tranportasi massal secara komprehensif, dimulai dari menambah jaringan jalan Utara-Selatan dan Timur-Barat.

Selain itu juga dikembangkan sistem transportasi massal yang bisa menjangkau sampai ke pedalaman.”Reformasi angkutan umum kita lakukan agar tercapai prinsip cepat, mudah, nyaman, dan murah,” katanya.

Reformasi tranportasi umum itu sudah dimulai sejak tahun ini dengan menambah 9 sub terminal untuk menunjang jaringan tranportasi umum ke wilayah-wilayah pedalaman.

Di sisi lain, Pemkot juga bekerja sama dengan PT KA menggarap jaringan komuter dalam kota untuk memberikan pilihan alat tranportasi massal pada warga Surabaya.(edy)

Teks Foto :
- Kemacetan di Jl. Panglima Sudirman saat jam pulang kantor, jadi rutinitas sehari-hari di Surabaya.
Foto : EDDY suarasurabaya.net

Tidak ada komentar: