Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Selasa, 12 Oktober 2010

Gelap Gulita Di Sepanjang Jalan Akses Suramadu


JL. Kedung Cowek yang menjadi jalan akses utama ke Jembatan Suramadu tadi malam (Senin, 11 Oktober 2010) mati total. Tentu situasi ini membuat para pengendara dan penghuni sepanjang jalan yang kebanyakan tempat usaha menjadi tak nyaman.
Sebenarnya sudah lama ketidakberesan penerangan di jalan tersebut terjadi. Misalnya saja sejak usai hari Lebaran hingga sekarang, lampu di ujung selatan Jl. Kedung Cowek sebelah barat sungai (sepanjang 100 meter) tak nyala.
Tampaknya para pemakai jalan dan pemilik bangunan bersikap pasrah, tak ada yang mau komplain ke PLN. Sehingga dengan enteng pihak PLN melakukan pemadaman semaunya. Anehnya walaupun pada beberapa titik jalan terjadi pemadaman terus-menerus, beberapa hari ini di beberapa titik justru dibiarkan menyala pada siang hari. Tentu ini benar-benar mengherankan.
Pemadaman secara bergilir tampaknya memang diberlakukan PLN pada jalan akses Jembatan Suramadu beberapa bulan terakhir ini. Ini tampaknya untuk menekan seminim mungkin pemadaman di kawasan pemukiman. Daripada mendapatkan komplain dari warga pemukiman mendingan memadamkan PJU yang relatif bebas komplain.
Namun tampaknya pemadaman ini dilakukan secara serampangan. Ada titik yang dibiarkan padam sampai satu bulan tanpa jelas kapan akan berakhir atau kadang-kadang lampu menyala pada siang hari. Tentu sikap seenaknya PLN ini menjadi tandatanya besar. Ada apa dengan PJU jalan akses Jembatan Suramadu?
Memang setelah lebih 1 tahun Jembatan Suramadu beroperasi jalan ini relatif tak ada peningkatan arus lalu-lintas. Jalan ini tetap sepi, karena belum adanya kegiatan industri dan bisnis di kawasan Jembatan Suramadu. Tapi meskipun begitu para pengguna jalan tradisional berhak menikmati penerangan jalan yang layak demi keselamatan mereka. Karenanya tak ada alasan dilakukan pemadaman secara semena-mena.

Tidak ada komentar: