Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Senin, 11 Oktober 2010

Bunker Balai Kota Dijadikan Objek Wisata


Senin, 11 April 2011 | 10:44 WIB

Surabaya- Pemkot Surabaya akan membuka bunker di bawah gedung Balai Kota Surabaya di Jl Taman Surya untuk umum. Bila tidak membahayakan bunker akan dijadikan tempat wisata.

Bunker peninggalan Belanda ini memiliki dua lorong, yaitu ke rumah dinas walikota di Jl Sedap Malam dan satunya menuju halaman depan gedung balai kota.

“Minggu (10/4) kemarin, untuk pertama kalinya, bunker tersebut ditunjukkan ke masyarakat umum. Yang menjadi guide dadakan adalah Walikota Tri Rismaharini sendiri,” kata Kadis Budaya dan Pariwisata Kota Surabaya, Wiwik Widayanti, Minggu (10/4).

Ia menambahkan, bunker tersebut akan dikembangkan sebagai tempat wisata heritage. Untuk itu pihaknya, akan membersihkan lorong karena sudah lama tidak dibuka. “Tapi, untuk pemanfaatkan itu kami akan survei dulu dengan berpatokan pada denah lorong . Setelah dinyatakan tidak berbahaya, akan dibuka untuk umum,” ujaranya.

Lokasi bunker ini, katanya, memang sepintas tidak terlihat. Pasalnya, pintu masuknya di bawah tangga dekat pintu belakang gedung balai kota atau sisi utara gedung, Pada hari kerja tertutupi mobil dinas walikota yang persis parkir di depan pintu masuk ke bunker.

Ketika menuju bunker, akan menapak beberapa anak tangga dengan kemiringan 30 derajat. Di sana, terdapat pintu masuk terbuat dari besi yang cukup tebal. Ketika pintu dibuka terasa hawa panas keluar yang menunjukan bungker tersebut jarang dibuka. “Ini bunkernya. Sudah dua minggu ini, bungker dibuka,” cetus Tri Rismasharini dihadapan rombongan wisatawan dari Surabaya Heritage Track dan juga dari masyarakat umum.

Bunker ini sendiri cukup luas dengan ukuran sekitar 7 meter kali 4 meter dengan ketinggian hamoir 3 meter. Sedangkan dinding tembok bangunan pengaman dari serangan musuh ini cukup tebal.

Di ujung bangunan bunker tersebut terdapat dua tangga yang menempel di dinding sisi barat dan timur. Tangga terbuat dari besi ini menuju ke sebuah pintu besi. Dan ketika pintu besi tersebut dibuka, ternyata terdapat lorong dengan ukuran 1 meter x 1 meter.

“Lorong sisi timur ini menuju ke rumah dinas walikota yang ada di seberang Gedung Balai Kota. Sedangkan lorong yang ada di sisi barat, menuju ke halaman depan gedung Balai Kota,” jelasnya.

Sayangnya, sampai sekarang belum ada yang mencoba menelusuri lorong tersebut. Pihak pemkot sendiri belum berani untuk melakukan penelusuran lorong tersebut karena dikhawatirkan ada udara beracun. “Untuk melakukan penelusuran lorong tersebut dibutuhkan keahlian khusus jadi tidak semua orang bisa masuk,” cetusnya.

Beberapa wisatawan yang ikut masuk meski banjir keringat karena suasana panas, ternyata penasaran dengan lorong terebut. Beberapa dari mereka, di antaranya dari Eropa mencoba masuk.

Hanya saja, saat di dalam, bunker mereka keluar lagi karena tidak tahan hawa di dalam lorong yang semakin panas. Padahal lorong tersebut diperkirakan panjangnya hampir 600 hingga 1.000 meter.

“Sebenarnya, saya ingin masuk ke dalam lagi. Namun hawanya sangat panas sehingga saya tidak kuat,” kata Anita, wisatawan berkulit kuning ini.

Wistawan itu sendiri berada di bunker sekitar 1/ 2 jam. Namun itu sudah membuat mereka seperti mandi uap. “Sangat menarik bunker ini,” kata wisatawan dari Thailand. pur
Share

Tidak ada komentar: