Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Selasa, 21 September 2010

27% Warga Surabaya Belum Menikmati Air Bersih


21 Maret 2011, 17:21:24
suarasurabaya.net| PDAM Surabaya masih belum mampu memasok air bersih untuk seluruh warga kota ini, baik secara kuantitas maupun kualitas. Dari kebutuhan 15 ribu air perdetik, PDAM Surabaya hanya mampu memasok 10.830 liter perdetik.

Hampir seluruhnya, atau 10.530 liter perdetik didapat dari air Kali Surabaya yang kualitasnya belum cukup baik untuk dikonsumsi sebagai air minum. Sisanya, dipasok oleh PDAM dari Pandaan sebanyak 200 liter perdetik dan Umbulan sebanyak 110 liter perdetik.

SUNARNO Humas PDAM Surabaya pada suarasurabaya.net, Senin (21/03) mengatakan PDAM Surabaya kini baru bisa menjangkau 434 ribu sambungan rumah, atau mengcover 2,2 juta dari hampir 3 juta jiwa warga Surabaya (73 persen). Harapannya, dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan perkembangan jaringan pipa PDAM, pada tahun 2012 mendatang, 80 persen penduduk Kota Surabaya sudah tercover air dari PDAM.

Diantara yang belum terlayani air PDAM itu diantaranya di daerah Bulak Banteng, Gununganyar, Benowo, dan Pagesangan.

Dari sisi kualitas, SUNARNO mengakui, air PDAM Surabaya masih belum memenuhi kualitas yang ditentukan. Permasalahannya dari Kali Surabaya sebagai air baku PDAM Surabaya yang hingga kini belum juga baik kualitasnya. Kadar (COD) air Kali Surabaya rata-rata 10,17 ppm, padahal idealnya di bawah 10 ppm. Sedangkan kadar Biochemical Oxygen Demand (BOD) saat ini di kisaran 6-8 ppm, padahal idealnya 2 ppm.

Menurut SUNARNO, upaya untuk menambah pasokan air baku untuk PDAM Surabaya selain dari Kali Surabaya sudah dijajaki, diantaranya dengan membuat bozem-bozem di kawasan Surabaya Barat dan mengambil dari Kali Lamong. Ada juga opsi mengambil dari mata air Sumber Pocong, Bangkalan, Madura. Namun opsi itu masih belum jelas operasionalnya karena masih belum jadi pilihan sampai tahun 2020 mendatang.

Pilihan lainnya adalah menggunakan jalur pelayaran milik Perum Jasa Tirta I, tapi itupun juga masih belum bisa direalisasikan karena Perum Jasa Tirta I belum bisa menjamin kuantitas pasokan air yang diminta PDAM Surabaya. Harapan lainnya ada pada pengembangan sumber air Umbulan, yang jika proyek ini berhasil, setidaknya mampu menambah pasokan air ke Surabaya sebanyak 1.500 liter perdetik.

Upaya untuk menambah opsi sumber mata air untuk air baku PDAM, kata SUNARNO masih harus dilakukan karena sejauh ini Pemprop Jawa Timur maupun Perum Jasa Tirta I masih ’lempar tanggung jawab’ soal pengelolaan air Kali Surabaya.

Dengan semakin banyaknya industri di sepanjang Kali Surabaya (160 industri-Red), maka pengelolaan kualitas air menjadi tidak mudah. Hal ini pun pernah diakui SOEKARWO Gubernur Jawa Timur yang menolak memperbaharui SK Gubernur Jatim nomor 187/1988 tentang Peruntukkan Air Sungai di Jatim. Padahal sejak tahun 2001, Kali Surabaya tidak jelas statusnya. Ini karena keluarnya PP nomor 82/2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Dalam PP tersebut, sungai dibagi menjadi 3 kelas (1, 2, dan 3). Sedangkan dalam SK Gubernur Jatim, Kali Surabaya masuk golongan B (untuk bahan baku air minum).(edy)

Tidak ada komentar: