Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Rabu, 01 September 2010

Terusan Akses Suramadu Masih Terkatung-Katung

Sampai kini Pemkot Surabaya dan Pempov Jatim masih sibuk memperdebatkan diteruskan tidaknya rencana pembangunan jalan tol tengah kota. Pemprov Jatim menginginkan pembangunan tol tengah kota supaya tetap diagendakan, sementara Pemkot Surabaya berupaya untuk melupakannya.

Tampaknya kalangan pemerintahan lupa, sampai sekarang terusan jalan akses Jembatan Suramadu ke selatan yang disebut inner ring road masih macet. Jalan akses ini dari mulut Jembatan Suramadu - Tambakwedi - Jl. Kedungcowek - Putro Agung Wetan sudah tuntas. Tapi terusan yang menuju selatan, mulai dari Jl. Karang Asem, Jl. Bronggalan, sampai Jl.Tambangboyo - jl. Kedungsroko - masih terkatung-katung. Pada ruas Jl. Karangmenjangan juga sudah berhasil dituntaskan namun selanjutnya terusan jalan ini macet di Jl. Menur - lalu dari Jl. Bratang - Jl. Nginden - Jl. Raya jemursari sudah lama beres.

Pada ruas Jl. Karang Asem - Jl. Bronggalan - Jl. Tambangboyo, sudah banyak yang berhasil dibebaskan dan sudah dibayar ganti ruginya. Tapi karena jalan tak kunjung dilebarkan eks pemilik lahan banyak yang kembali memagari tanah-tanah yang ganti ruginya sudah dibayar.

Tampaknya pihak-pihak yang berwenang menangani proyek tersebut, entah pemerintah pusat, pemerintah propinsi atau bahkan pemkot sudah kehilangan gairah untuk meneruskan proyek tersebut. Bahkan salah satu kendala dari proyek pelebaran jalan itu justru adalah belum dipindahkannya Pasar Pacarkeling yang statusnya milik Pemkot. Memang ironis, kalau  Pemkot tak segan-segan menggusur paksa mereka yang tak kunjung pindah, Pemkot sendiri tampak ogah-ogahan memindahkan pasarnya sendiri. Tentu ini contoh yang tidak bagus buat masyarakat yang dituntut kooperatif kalau ada pelebaran jalan.

Karenanya daripada pusing memikirkan jalan tol tengah kota, lebih baik fokus untuk meneruskan kelanjutan akses jalan Suramadu. Jangan sampai satu belum beres sudha melangkah ke rencana lainnya yang mungkin malah jauh lebih rumit pelaksanaannya.

Tidak ada komentar: