Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Rabu, 01 September 2010

Sejumlah Fakta Tentang Pasar Turi Yang Bikin Trenyuh


Sejumlah fakta tentang kemelut Pasar Turi membuat kita mengeluas dada. Fakta-fakta itu menunjukan bahwa para pejabat Pemkot bukan saja tak memahami fungsi pemerintah sebagai pengayom tapi bahkan telah melakukan perampasan hak-hak pedagang Pasar Turi.

1. Sejak terbakar tiga tahun yang lalu, Pemkot belum pernah memberikan santunan dan bantuan sebagaimana umumnya terjadi pada warga yang terkena bencana. Tidak ada tanda-tanda Pemkot bakal memback-up pedagang untuk bangkit paska kebakaran dengan dana talangan. Di AS yang mbahnya kapitalis saja dan di RRC yang menggunakan kebijakan tangan besi, pemerintahnya memberikan insentif tirliunan untuk membantu para pengusaha bangkit dari krisis finansial global. Tapi di sini Pemkot tak peduli dengan keterpurukan yang dialami pedagang. Pengalaman menunjukan, setelah kebakaran, mereka harus membeli stan lagi dengan harga yang sangat mahal. Kalau tak sanggup membayar cicilan, mereka harus out tanpa ampun meskipun itu disebabkan karena mereka kekurangan pembeli.
2. Alih-alih memberikan bantuan, Pemkot bahkan dengan sengaja dan terencana memaksakan pembangunan kembali pasar tanpa mengikutsertakan para pedagang dalam perencanaan. Padahal keikusertaan mereka sangat vital demi kelangsungan usaha mereka paska kebakaran. Pengalaman membuktikan pembangunan kembali dengan menggunakan skema investor dan Pemkot hanya membuat para pedagang bangkrut dan di sisi lain investor menangguk keuntungan besar. Ini sudah terjadi pada Pasar Tambahrejo dan Pasar Wonokromo. Bukti bahwa pedagang tidak diikutsertakan dalam perencanaan sampai sekarang mereka tidak tahu berapa banyak stan yang akan dibangun, lalu mereka harus membayar berapa untuk mendapatkan stan, dan bagaimana mekanisme mereka bisa mendapatkan stan.

3. Fakta bahwa para pedagang telah mengangsur pembelian stan dengan harga mahal tidak membuat Pemkot peduli bahwa sebenarnya pedagang memiliki hak atas Pasar Turi. Ini terbukti dari hasil penjualan reruntuhan pasar yang terbakar yang mencapai milyaran rupiah, para pedagang sama sekali tak mendapatkan bagian. Celakanya para wakil rakyat bukannya meluruskan kesalahan ini tapi malah berkomplot dengan Pemkot mengesahkan penjualan tanpa memberikan bagian sepeserpun kepada pedagang.
4. Selama ini dengan membeli stan yang begitu mahal, pedagang hanya mendapatkan hak pakai. Ini status penguasaan yang sangat lemah.Mereka harus selalu memperpanjang hak pakai ini 5 tahun sekali. Dan yang paling mengerikan, kalau sewaktu-waktu pemerintah membutuhkan mereka harus menyerahkan stan itu kepada Pemkot. Ketentuan yang tak kondusif bagi perkembangan usaha ini, tak pernah diluruskan bahkan terus dipelihara. Bahkan karena ketentuan seperti ini, tampaknya berusaha di plaza atau mal jauh lebih mudah daripada di pasar.
5. Pemaksaan agar pedagang segera menempati Tempat Penampungan Sementara. Padahal publik sudah tahu kualitas TPS sangat buruk. Ini terbukti belum apa-apa bangunan TPS sudah roboh dan bahan-bahannya tidak berkualitas. Lalau siapa nanti yang bertanggungjawab kalau terjadi kecelakaan yang menlan korban jiwa?

Link :
http://www.tempointeraktif.com/hg/surabaya/2010/08/31/brk,20100831-275335,id.html

Tidak ada komentar: