Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Senin, 23 Agustus 2010

Posko THR Sebaiknya Tak Andalkan Pengaduan Buruh


Pembentukan Posko Pengaduan THR ini perlu diapresiasi karena merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap para buruh. Namun kesalahan dalam menerapkan metode pengungkapan pelanggaran THR bisa menjadi bumerang bagi para buruh. Mungkin kali ini mereka dengan hati riang membawa uang THR secara utuh dan tepat waktu ke rumah. Namun di lain waktu, keluarga mereka bisa berurai air mata karena si buruh di-PHK perusahaan.

Itu kalau metode utama yang digunakan oleh Posko hanya menanti pengaduan dari para buruh. Pada dasarnya tindakan mengadukan pelanggaran yang dilakukan perusahaannya kepada pihak manapun sangat berbahaya bagi buruh. Boleh jadi tindakan pengaduan ini efektif. Perusahaan terpaksa membayar THR sesuai aturan karena mereka secara langsung diadili oleh orang-orang Posko. Tapi setelah usai lebaran, maka giliran pihak perusahaan melakukan balas dendam terhadap pekerjanya yang dianggap telah mempermalukannya. Saat itulah si buruh akan berjuang sendirian menghadapi bahaya PHK. Dan dalam persoalan seperti ini meski sampai ke pengadilan, tak ada cerita buruh keluar sebagai pemenang. Pihak perusahaan terlalu kuat bagi para pekerjanya.

Karena itulah sudah saatnya Disnaker mengubah metode untuk mengungkapkan pelanggaran ketentuan THR, bahkan aturan ketenagakerjaan secara umum seperti misalnya soal upah minimum. Kalau selama ini Disnaker hanya menunggu pengaduan dari pekerja, perlu dirintis metode penyelidikan rahasia yang menjadikan pekerja sebagai sumber informasi yang dilindungi kerahasiaan identitasnya. Hanya dengan demikian aturan ketenagakerjaan dapat ditegakan dan buruh merasa aman.

Saat ini banyak pelanggaran ketenegakerjaan yang dilakukan perusahaan tapi kebanyakan buruh memilih bungkam. Mereka khawatir nasibnya terancam bila melakukan pengaduan. Daripada kehilangan pekerjaan mereka memilih dibayar di bawah standard. Apalagi kenyataannya sekarang ini mencari pekerjaan sangat sulit.

Tidak ada komentar: