Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Minggu, 22 Agustus 2010

Pada Zaman Belanda KBS Pernah Akan Ditutup


Kebun Binatang Surabay(KBS) merupakan salah satu tujuan favorit bagi sekolah-sekolah SD maupun TK di Surabaya untuk keperluan wisata atau acara perpisahan bagi anak-anak didiknya. Selain memiliki nilai edukasi yang tinggi, KBS juga merupakan tempat wisata yang murah dan mudah dijangkau dari seluruh penjuru kota. Bahkan KBS juga menjadi tempat wisata keluarga yang populer baik bagi warga kota Surabaya maupun daerah-daerah lainnya di Jawa Timur. Kalau hari libur, pengunjung KBS selalu penuh.

Salah satu keunikan dari KBS adalah lokasinya yang berada di tengah kota. Selain menjadi tempat rekreasi, KBS sekaligus berfungsi sebagai paru-paru kota. Keberadaan KBS di tengah kota ini ibarat oase di tengah padang pasir yang gersang.

KBS berlokasi  di jalan Setail No. 1 Surabaya, KBS pernah kebun binatang terlengkap koleksi binatangnya se-Asia Tenggara, didalamnya terdapat lebih dari 351 spesies satwa yang berbeda yang terdiri lebih dari 2.806 binatang. Termasuk didalamnya satwa langka Indonesia maupun dunia terdiri dari Mamalia, Aves, Reptilia, dan Pisces.

Kebun Binatang Surabaya (KBS) pertama kali didirikan berdasar SK Gubernur Jenderal Belanda tanggal 31 Agustus 1916 No. 40, dengan nama “Soerabaiasche Planten-en Dierentuin” (Kebun Botani dan Binatang Surabaya) atas jasa seorang jurnalis bernama H.F.K. Kommer yang memiliki hobi mengumpulkan binatang. Dari segi finansial H.F.K Kommer mendapat bantuan dari beberapa orang yang mempunyai modal cukup.

Susunan Pengurus Pertama Kebun Binatang Surabaya  saat itu adalah:
Ketua: J.P Mooyman
Sekretaris: A.H. de Wildt
Bendahara: P Egos, dibantu 6 orang anggotanya yaitu :
F.C. Frumau
A. Lenshoek
H.C. Liem
J. Th. Lohmann
Edw. H. Soesman
M.C. Valk

Pada awalnya, sekitar tahun 1916 lokasi KBS ada di  Kaliondo, Kemudian pada tanggal 28 September 1917 pindah di jalan Groedo. Dan pada tahun 1920 pindah ke daerah Darmo atas jasa OOST-JAVA STOOMTRAM MAATSCHAPPIJ atau Maskapai Kereta Api yang mengusahakan lokasi seluas 30.500 m2.

Untuk pertama kali pada bulan April 1918, KBS di lokasi ini dibuka dan para pengunjung harus membeli tiket untuk dapat masuk. Akibat biaya operasional yang tinggi, maka pada tanggal 21 Juli 1922 KBS mengalami krisis dan akan dibubarkan, tetapi beberapa anggotanya tidak setuju. dan dicegah oleh pihak Kotamadya Surabaya pada waktu itu.

Pada tanggal 11 Mei 1923, rapat anggota di Simpang Restaurant memutuskan untuk mendirikan Perkumpulan Kebun Binatang yang baru. Rapat menunjuk W.A. Hompes untuk menggantikan J.P. Mooyman, salah seorang pendiri KBS dan mengurus segala aktivitas kebun sebagai pimpinan.

Bantuan yang besar untuk kelangsungan hidup datang dari  Walikota Dijkerman dan anggota dewan A. van Gennep pada waktu tahun 1927. Mereka berhasil  membujuk DPR Kota Surabaya untuk memberikan  perhatian terhadap KBS. Dengan SK DPR tanggal 3 Juli 1927 dibelilah tanah yang seluas 32.000 m3 dari Maskapai Kereta Api (OJS). Tahun 1939  luas KBS meningkat menjadi 15 hektar dan pada tahun 1940 selesailah pembuatan taman yang luasnya 85.000 m2.

Dalam perkembangannya KBS telah berubah fungsinya dari tahun ke tahun. Kebun Binatang Surabaya yang dahulu hanya sekedar untuk tempat penampungan satwa eksotis koleksi pribadi telah dikembangkan fungsinya menjadi sarana perlindungan dan pelestarian, pendidikan, penelitian, dan rekreasi. Binatang-binatang yang menjadi koleksi KBS dari tahun ke tahun jumlah dan jenisnya terus bertambah, baik berasal dari luar negeri maupun yang berasal dari dalam negeri.