Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Kamis, 19 Agustus 2010

Persoalan PKL Keputran Bisa Memicu Membumbungnya Harga Kebutuhan Pokok

Keberadaan PKL Keputran sangat penting bagi stabilitas pasokan barang kebutuhan pokok di Surabaya. Kepada merekalah para pedagang eceran di seluruh pasar Surabaya kulakan sayur dan bahan-bahan kebutuhan pokok. Kalau masalah penertiban ini dibiarkan berlarut-larut tanpa penyelesaian, maka pasokan sayur-mayur dan kebutuhan pokok secara terus-menerus bisa terganggu dan pada gilirannya akan memicu membumbungnya harga-harga kebutuhan pokok.

Dalam beberapa bulan terakhir ini para pedagang pasar sudah terbiasa kulakan langsung dari kendaraan pengangkut sayur karena stan PKL Keputran yang terus diburu dan ditertibkan petugas. Pagi-pagi sekali mereka sudah nyanggong di Pasar Keputran agar kendaraan pengangkut sayur tidak keburu pergi menghindari petugas Satpol PP. Sampai saat ini tidak jelas mau dikemanakan para PKL Keputran.

Selama ini Pasar Induk di Tambak Oso Wilangun disebut-sebut sebagai tempat penampungan PKL Keputran. Namun para pedagang menolak pindah ke lokasi ini karena terlalu jauh di pinggiran kota dan dari pemukiman penduduk. Mereka khawatir Pasar Induk itu sepi pengunjung dan dagangan mereka tidak laku.
Memang perencanaan pembangunan Pasar Induk Tambak Osowilangun tampak asal-asalan saja. Yang penting ada areal yang luas, dekat terminal, ada akses jalan besar, maka jadilah lokasi itu ditetapkan sebagai Pasar Induk. Padahal pada awal tahun 1990-an PD Pasar sudah pernah gagal dalam pembangunan Pasar Induk Kendangsari. Pasar Induk ini mangkrak karena sepi pembeli dan menyebabkan membumbungnya ongkos angkut yang merugikan pedagang maupun konsumen. Lokasinya terlalu ke ujung selatan kota

PD Pasar perlu terus melakukan pendekatan kepada para PKL. Mereka perlu didorong secara berkelompok berinisiatif mencari lokasi baru seperti yang dilakukan oleh para PKL Buah Peneleh. Kalau perlu Pemkot ikut membantu menyediakan lahan-lahannya yang masih tersisa di wilayah tengah kota dan dekat jalan besar. Dalam hal ini Pemkot perlu mengubah paradigma, bahwa tanah Pemkot hanya dijual untuk pemodal besar yang mampu menyediakan harga yang tinggi. Toh relokasi PKL Keputran ini untuk kepentingan masyarakat luas. Ini demi kelancaran distribusi sayur-mayur dan barang-barang kebutuhan pokok ke masyarakat.

Tak bisa tidak lokasi pengganti PKL Keputran memang harus agak ke tengah kota. Sebab selama ini para pedagang pasar yang kulakan pada PKL Keputran berasal dari seluruh penjuru kota, mulai dari timur, utara, pusat, selatan sampai barat. Kalau dipindah ke Tambak Oso Wilangun, maka para pedagang pasar yang modalnya pas-pasan dan biasanya menggunakan becak sebagai alat angkut, akan menanggung beban ongkos transportasi yang terlalu tinggi sehingga tidak bisa mendapatkan keuntungan yang wajar. Ini terutama terjadi pada pedagang eceran dari wilayah timur, utara, pusat kota dan selatan.

Para PKL pun harus sadar bahwa terus-menerus berdagang dengan cara kucing-kucingan dengan Satpol PP tidaklah menguntungkan. Jelas dengan cara ini, mereka tidak bisa tenang dalam berusaha. Selain itu mereka harus mempertimbangkan bahwa selama ini mereka telah mengganggu hak para pengguna jalan dan warga kota yang menginginkan kotanya tertib. Satu lagi yang sering tidak disadari keberadaan mereka merugikan para pedagang resmi yang telah membeli stan dengan harga tinggi dan para pedagang yang menyewa stan dengan harga yang tak murah. Karena itu mereka harus mulai mengorgansir diri dengan sesama pedagang PKL untuk mencari lokasi baru yang sah dan tidak mengganggu kepentingan pihak lain.

Tidak ada komentar: